Rumah Bandar Narkoba Digerebek, 1.000 Butir Ekstasi Disita

0
Ibu rumahtangga berinisial Sr diamankan personel Sat Res Narkoba Polrestabes Medan, berikut barang bukti 1.000 butir pil ekstasi, Jumat (25/5). Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Seorang ibu rumahtangga diringkus petugas Sat Res Narkoba Polrestabes Medan, setelah suaminya melarikan diri saat polisi menggerebek satu rumah di Perumahan Klaster Rumah Pondok, Desa Delitua, Kec. Namurambe, Jumat (25/5). Dari wanita berinisial Sr, 28, polisi menyita 1.000 butir ekstasi sebagai barang buktinya.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, didampingi Wakasat Kompol Rahmad G Hasibuan dikonfirmasi wartawan, Jumat (25/5) menjelaskan, pada Kamis (24/5) sekira pukul 24:00, petugas mendapat informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya seorang pria berinisial Ard menjadi bandar pil ekstasi di  Komplek Klaster Rumah Pondok.

“Berdasarkan informasi tersebut, malam itu juga personel menyamar sebagai pembeli narkoba dan langsung menghubungi target operasi (TO) itu,” ujar Kasat.

Usai berkomunikasi via telepon seluler, kata Raphael, personel Sat Res Narkoba langsung menuju ke Komplek Klaster Rumah Pondok guna transaksi dengan Ard. Begitu bertemu dengan Ard, petugas langsung menyergapnya, namun pelaku berontak sembari berteriak-teriak sehingga mengundang perhatian warga sekitar.

Warga pun menghalang-halangi petugas, sehingga tersangka Ard melarikan diri. “Saat transaksi berlangsung, tiba-tiba warga menghalang-halangi petugas, sehingga Ard melarikan diri,” tuturnya.

Menurut Raphael, petugas kemudian melakukan penggeledahan di dalam rumah yang dihuni oleh Ard dan istrinya Sr. Dari dalam kamar, petugas mengamankan Sr. Disaksikan ibu rumah tangga (IRT) tersebut, petugas menggeledah lemari pakaian milik Sr dan menemukan plastik berwarna putih yang berisikan 1.000 butir ekstasi.

“Dari dalam lemari ditemukan plastik warna putih berisi 1.000 butir pil ekstasi. Sr berikut barang bukti kemudian diboyong ke Mako Polrestabes Medan, guna menjalani pemeriksaan intensif,” tutur Raphael sembari menambahkan Sr ditahan karena mengetahui serta ikut serta mengedarkan pil ekstasi. (h04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here