Meliana Penista Agama Islam Ditangkap

8
Kasi Intel Kejari TBA, Hardiansyah (lima kiri) mengawal.tersangka Meliana(enam kiri/duduk)

TANJUNGBALAI ( Waspada ): Tiga Kapolres, dua Kajari Tanjungbalai diganti, baru tersangka penistaan agama Islam Meliana ditangkap pihak Kejaksaan Negeri Tanjung Balai-Asahan, Rabu (30/5) pagi.

Kepala Kejaksaan Negeri TBA, Zullikar melalui Kasi Intel, Hardiansyah menjelaskan, Tim Pidum dan Sat Reskrim Polres Tanjungbalai dalam perjalanan menuju Rutan Wanita Kelas I  Tanjunggusta Medan mengantar Meliana menjalani penahanan selama 20 hari. Penahanan itu berdasarkan SP Kajari TBA No. Print-566/N.2.15/Ep.2/05/2018 tanggal 30 Mei 2018 terhitung mulai 30 Mei s/d 18 Juni 2018.

Surat itu berdasarkan Fatwa MA RI No. 87/KMA/SK/V/2018 Tanggal 07 Mei 2018 perihal penunjukan PN Medan untuk memeriksa dan memutus perkara pidana atas nama Meliana. Adapun kronologi singkat kejadian papar Hardiansyah, berawal Juli 2016 sekira pukul 07.00,  tersangka Meliana bertemu dengan saksi Kasini di kedai milik saksi di Jln. Karya Lingk. I Kel.Tanjungbalai Kota Kec.Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai.

Waktu itu tersangka Meliana diduga mengucapkan kalimat bernada menista dengan redaksi bahasa “Lu lu ya, itu masjid lu emang bising pekak lo, hari-hari bising tak bikin tenang”. Selain Kasini, ujaran itu pula terdengar oleh  saksi, Haris Tua Marpaung dan beberapa saksi lainnya. Sehingga berdaskan Fatwa MUI Prov Sumut No. 001/KF/MUI-SU/I/2017 tgl 24-01-2017 menegaskan, ucapan tersangka Meliana atas suara yang berasal dari Masjid Al-Maksum merupakan perendahan & penistaan terhadap agama Islam.

Akibat perbuatan Meliana terjadi aksi pembakaran puluhan Klenteng/Vihara di Kota Tanjungbalai. Belasan orang pun ditangkap dan diadili dengan dakwaan penjarahan dan pencurian saat terjadinya aksi.

Meliana, tersangka hampir dua tahun bebas melenggang tanpa ditahan. Saat tragedi berlangsung, Kapolres Tanjungbalai dijabat AKBP Ayep Wahyu Gunawan, lanjut ke AKBP Tri Setyadi Artono dan sekarang AKBP Irfan Rifai. Sedangkan Kajari waktu itu dipegang, Esther PT Sibuea, dan sekarang Zullikar. Meliana baru bisa ditangkap dan ditahan setelah pergantian tiga Kapolres dan dua Kajari.

Ketua Forum Umat Islam Kota Tanjung Balai Indra Syah mengapresiasi kinerja para pihak, terutama Kejaksaan Negeri Tanjung Balai yang menangkap dan menahan tersangka Meliana. Indra Syah menegaskan, Meliana harus diproses secara hukum guna menciptakan rasa keadilan masyarakat. (a14/a32)

8 KOMENTAR

  1. haaah kita yang baca mlh bingung.. koq ucapan spt itu bs smp merembet smp bakar bakaran vihara… terus siapa provokatornya.. dan dimana petugas keamanan saat itu berada? kasus SARA spt itu sdh lama terjadi di indonesia.. apalgi skrg byk teroris lakukan aksi bunuh diri dan pengeboman atas dasar agama.

  2. brengsek tai kucing hukum kayak gini! bakar wihara kena empat bulan komplen speaker masjid kena 18 bulan!! ini negara islam yah apa negara bhineka sih?? hukum blasfemi apaan tuh ala ekslusif islam doang?? jijik mau muntah sama hukum kayak gini!! sYa biasanya nasionalis hati saya merah putih tapi menjelang kemerdekaan baca berita ttg hukum sampah kayak gini bener bener bisa bikin naik darah!! terus aja blasfemi ini ono kami etnis tionghoa kayak semut seluruh dunia kami bisa hidup kok tp indonesia mau gak ada duit ada tionghoa silakan melarat smua jadi gembel!!! saya gak sudi kasus bullying kayak gini!! lagian speaker biasa aja itu udah namanya ditoleransi sbenernya!! harusnya kan jg gak boleh maksakan orang denger itu dibuka pake speaker segala?? ini indonistan apa negara bhinneka?? udah dikasi hati malah minta ampla?? saya tanya aja yah ke kaum muslim yg rasional,berdasarkan alasan apa sih anda berasa boleh buka speaker pun??? gak usa ttg volume, buka aja kan ilegal??? maksain ceramah agama islam?? belomlagi. jalan kecil ditutup gara gara zikir??? ini hukum tai kucing silakan aja kalo mau persekusi agama lain dan etnis lain!! tunggu sampe jijik ga tahan kita smua bakal hengkang jalan liat negara indonesia ini gima. survive!! liat gimana akhirnya nasib kalian yg telah mengkhianati konstitusi kita?? pendiri negara kita??dan darah darah pahlawan kaum etnis tionghoa????

    • Hei loe gak usah banyak komentar, sono hengkang dari negara kami ini. Pulanglah loe ke negeri tirai bambu sono, emang kalau gak ada disini orang indonesia gak bisa hidup… Enak aja mulutlu ngomong. Dasar manusia perahu, dikasi hati minta jantung. Diterima jadi warga ngelunjak loe. Kamprett… Penghianat sepanjang masa….. Keluar loe semua dari negeri ini.

  3. Pilih yang mana :

    “Jauh lebih baik 1.000 orang bersalah dibebaskan daripada 1 orang benar dihukum”.

    atau

    “1 orang benar boleh dihukum asalkan kondisi masyarakat boleh aman dan kondusif”.

  4. Keributan dipicu kalian ga bisa jaga mulut sebagaimana ahok.
    Apa yg terjadi belum seberapa dibanding kekurangajaran agama kasih omong kosong thd muslim poso dan ambon. Muslim dibantai ratusan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here