Wartawan Nyaris Dikeroyok di SPBU Tanjungbalai

0

TANJUNGBALAI (Waspada): SPBU 14.213.232 Sijambi Jln Jend Sudirman Km 7 Kota Tanjungbalai diduga menjual BBM bersubsidi premium menggunakan jerigen, Kamis (31/5) sore.

Pantauan Waspada, sejumlah orang  tampak mengisi BBM jenis premium ke deretan jerigen yang diletakkan di sisi pompa minyak dan di atas becak bermotor. Pengisian jerigen itu disaksikan operator SPBU yang ada di lokasi. Aktivitas itu diduga melanggar UU RI No 22 Tahun 2011 tentang Migas.

Di luar lokasi SPBU, puluhan orang membawa ratusan jerigen terlihat menunggu giliran untuk melakukan pengisian. Salah seorang pemilik jerigen mengaku dirinya sudah menunggu sejak pagi untuk mendapatkan giliran.

Pria itu menjelaskan, dirinya diperintahkan toke nya untuk mengambil minyak premium ke SPBU tersebut. Terkait harga dan untuk apa minyak bersubsidi tersebut, lelaki bertubuh kekar itu mengaku tidak tahu.

“Harganya aku tak tau, toke saya yang langsung berurusan ke mari,” ujar pria itu.

Sementara operator SPBU, ZS dikonfirmasi berkilah tidak menjual premium kepada pelanggan yang membawa jerigen. Dia mengaku hanya mengisi pertalite ke jerigen, bukan premium.

“Kalau premium tak boleh diisi (ke jerigen) bang, yang kuisi ini pertalite,” ujarnya. Waspada lalu memperlihatkan foto pengisian premium ke jerigen, operator itupun menjawab bahwa oknum tersebut bukan dirinya.

Saat wawancara dengan operator tersebut, tiba-tiba seseorang berinisial AD diduga pengelola SPBU datang lalu marah-marah melarang peliputan di sana. Puluhan orang di sekitar SPBU pun langsung berkerumun merapat mengelilingi wartawan sembari berusaha merebut handycam dan HP.

Jurnalis televisi, Wanda nyaris dikeroyok massa karena tidak mau menurunkan kameranya. Wartawan tersebut berhasil diamankan seorang warga dengan membawa ke salah satu warung, lalu menyuruh untuk pergi segera dari lokasi sebelum situasi semakin memanas.

Lelaki berinisial AD sempat dimintai konfirmasi oleh Waspada, namun bukannya memberikan klarifikasi, malah pria itu terus marah-marah dan mengintimidasi karena tak senang SPBU nya diliput. Wartawan pun langsung pergi meninggalkan lokasi.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai dikonfirmasi Waspada terkait komitmennya memberantas praktek ilegal di Tanjungbalai mengatakan akan melakukan pengecekan dan penertiban. “Trims infonya mas, akan kami cek dan tertibkan,” tulis Kapolres dalam pesan whatsapp nya. (a32)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here