99 Kg Sabu Diamankan Dalam Waktu 10 Hari

0
Direktur DITIPID Narkoba Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol. Eko Daniyanto saat temu pers di Mapolres Langsa, Sabtu (9/6).(Waspada/dede)

LANGSA (Waspada) : Tim gabungan terdiri dari Satgas NIC Bareskrim Polri, Dit Narkoba Polda Aceh dan Kanwil DJBC Aceh selama 10 hari berhasil mengungkap jaringan sindikat international peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu dan Happy Five (H5) Penang, Malaysia-Batam-Aceh, Sabtu (9/6).

Dalam operasi tersebut ditangkap 12 tersangka, tiga tersangka asal Tj Pinang, Batam dan 9 tersangka warga Idi, Kabupaten Aceh Timur. Barang bukti yang diamankan sebanyak 99 bungkus sabu masing-masing seberat 1 Kg dan 20.000 butir pil H5.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol. Eko Daniyanto dalam temu pers di Mapolres Langsa, Sabtu (9/6) dihadiri Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa, Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Muhammad Iqbal, Kepala BNN Aceh, Danyon Raider 111 dan unsur Muspida mengatakan, pengungkapan jaringan internasional narkoba itu berawal dari informasi keberadaan sindikat internasional dari Małaysia yang akan membawa narkoba jenis sabu ke Batam, 30 Mei 2018.

Kemudian Satgas I-NIC Bareskrim Polri menindaklanjuti hasil analisa IT jaringan tersebut yang dikendalikan narapindana asal Malaysia dari di dalam sel.

Selanjutnya dilakukan Penindakan (RPE) di TKP pertama di Bintan Tj. Pinang, Batam dengan barang bukti yang berhasil disita 8 Kg sabu dan 3 orang tersangka yakni AW, EC, dan AR.

“Dari hasil pengembangan TKP pertama dan analis IT terindikasi bahwa sindikat kelompok Aceh akan membawa narkoba dari Penang Malaysia pada 3 Juni 2018 sekira pukul 16:00 di TKP kedua di perairan Idi Rayeuk, Aceh Timur tepatnya 35 mil laut,” sebutnya.

Di lokasi itu berhasil diamankan tiga tersangka, yakni I alias H, MA alias R, dan M alias T dengan barang bukti 11 Kg sabu dan satu buah boat. “Selanjutnya 4 Juni 2018 sekira pukul 09:15 berhasil ditangkap 1 tersangka atas nama R alias M dengan barang bukti 30 Kg sabu dan 20.000 butir H5 di Dusun Blang Mee, Kel Seueubok Rambong, Kec. Idi Rayeuk Aceh Timur,” jelas Eko.

Kemudian Satgas NIC di backup Teamsus Narkoba Polda Aceh melakukan pengembangan pada 8 Juni 2018 sekira pukul 18:30 di TKP keempat ditangkap dua tersangka F dan A di perairan Idi, Aceh Timur dengan barang bukti 50 Kg sabu-sabu dan 1 boat.

Selanjutnya, tim melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tiga tersangka lagi yakni,  AH alias H, RM alias Y, dan M alias B yang berperan sebagai penyedia kapal beserta ABK dan penghubung jaringan di Penang Malaysia.

“Saat ini satgas NIC Bareskrim Polri dan Timsus Narkoba Polda Aceh masih melakukan pengembangan terhadap para pengendali dan pemodal dari sindikat,” kata Eko menyatakan, selama Ramadhan akan melakukan razia di Jambi dan Palembang untuk memutuskan mata rantai peredaran narkoba karena pangsa pasar terbesar narkoba berada di Jakarta.

Terkait keterlibatan dua anggota Polri yang bertugas di BNNK Langsa terlibat dalam peredaran narkoba, Eko mengaku akan tetap memproses kasus tersebut. (m43)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here