Gajah Jinak Mati Di CRU Lokop

0
215
Bunta, seekor gajah jinak yang ditempatkan di CRU Serbajadi ditemukan mati di lokasi tambat di Desa Bunin, Kec. Serbajadi, Kab. Aceh Timur, Sabtu (9/6).(Waspada/M. Ishak)

IDI (Waspada): Satu dari empat gajah jinak di Camp Conservation Respont Unit (CRU) Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur ditemukan mati, Sabtu (9/6). Diduga, gajah jantan itu mati setelah memakan racun.

Pelaku diduga ikut memotong dan membawa lari gading gajah. Diperkirakan, pelaku sengaja meracuni gajah dengan berpura-pura memberi buah pisang dan kuini yang sudah dicampur racun.

Leader CRU Serbajadi Nurmahdi Al-Masry kepada Waspada di lokasi menjelaskan, dua petugas menambat gajah dilokasi tersebut, Jumat (8/6) sekira pukul 10:00. Keesokan harinya, Sabtu (9/6) sekira pukul 08:00 petugas kembali menjemput gajah untuk dimandikan di sungai.

Namun petugas tersentak melihat gajah yang sering disapa ‘Bunta’ itu telah terbaring, bahkan kepala gajah berdarah dan gadingnya sebelah kiri hilang.

“Lalu petugas melaporkan ke saya, untuk kepastiannya kami semua di camp melakukan pengecekan ke lokasi dan ternyata benar,” kata Nurmahdi Almasry akrab disapa Dedek Makam.

Lokasi tambat gajah tersebut, kata Dedek, bukan lokasi baru dan jaraknya juga hanya 400 meter dari Camp CRU. “Petugas kami malam hari juga mengontrol gajah menggunakan senter, dan malam itu tidak ada tanda-tanda apapun mulai kemarin siang hingga tadi malam, bahkan gajah tidak meronta hingga waktu sahur,” jelas Dedek.

Kapolres Aceh Timur ABKP Wahyu Kuncoro melalui Kasat Reskrim AKP Erwin Satrio Wilogo dikonfirmasi Waspada membenarkan gajah jinak milik BKSDA Aceh ditemukan mati berdekatan dengan di Camp CRU di Lokop.

“Gadingnya juga hilang sebelah. Dugaan kita sebelum gadingnya diambil, gajah terlebih dahulu diracun, tapi kasus ini masih dalam lidikan kita,” kata Erwin.

Untuk mengusut kasus ini, pihaknya telah mengirimkan tim identifikasi ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus meminta keterangan beberapa saksi, khususnya petugas CRU.

“Agar proses penyelidikan berjalan dengan baik, maka untuk sementara kita juga sudah berikan garis polisi di lokasi, mulai tempat tambat hingga ke lokasi rebahnya gajah jantan,” ujar Erwin.

Kepolisian hingga saat ini masih berjaga-jaga disekitar lokasi, bahkan kini pihaknya juga sedang menunggu tim medis dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk dilakukan otopsi. “Kasus ini akan menjadi fokus kita saat ini,” tandas Erwin. (b24).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here