Partisipasi Politik Pilgubsu Rendah, Muncul Seruan Jihad Politik Kebangsaan

0
Prof Dr M. Syahrin Harahap, MA bersama peserta Dialog Etika Politik membawakan rumusan dialog ke Bumi Warta Harian Waspada Medan, Rabu (13/6) malam. Waspada/Ardana Nasution

MEDAN (Waspada): Persoalan golongan putih (Golput), dan money politics termasuk serangan fajar mengancam pemilihan gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu). Untuk itu umat Islam diimbau melakukan jihad politik kebangsaan dengan menyemarakkan masjid-masjid pada tanggal pemilihan 27 Juni 2018.

Hal tersebut mencuat dalam Dialog Etika Politik di Rumah Makan Wong Solo, Rabu (13/6). Para peserta dialog kemudian membawakan rumusan yang dihasilkan ke Bumi Warta Harian Waspada Medan yang diterima Redpel Berita Edward Thahir, dan Redpel Non Berita Dedi Sahputra. Hadir antara lain Guru Besar UIN SU Prof Dr M. Syahrin Harahap, MA, Guru Besar USU Prof Dr Hasyim Purba, SH, MHum, dosen UMSU Dr Shohibul Anshor Siregar, dosen UIN SU Dr Abu Syahrin, Dr Ali Murtadho, praktisi hukum Hamdani Harahap, SH.

“Persoalan lain adalah intervensi politik dari kekuasaan. Namun intervensi politik yang dilakukan pemerintan justru menguatkan civil society,” ujar Prof Dr M.Syahrin Harahap, MA.

Dia juga menekankan bahwa memilih itu wajib, memilih itu merupakan jihad kebangsaan. “Pemberi uang dalam Pilgubsu itu adalah calon koruptor,” tegasnya.

Sementara Prof Dr Hasyim Purba mengatakan bahwa partisipasi politik masyarakat harus didorong. “Bila perlu ada tim yang dikerahkan untuk bergerak door to door menyerukan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya,” sebutnya.

Sementara Dr Shohibul menjelaskan pengaruh global, dan struktural, serta politik uang mempengaruhi Pilgubsu. Pengaruh ini dinilai cenderung melanggar aturan dalam Pilgubsu.

“Beberapa kasus yang terjadi, menggunakan struktur di pemerintahan untuk memenangkan salah satu calon. Kekuatan global dan kekuasaan terindikasi mempengaruhi hal ini,” ujarnya.

Dialog tersebut merumuskan 9 poin jihad politik kebangsaan, yaitu:

  1. Menggunakan dan memberikan hak suara dalam Pilkada adalah kewajiban dan jihad politik kebangsaan. Maka diserukan kepada seluruh masyarakat Sumut agar memberikan hak suaranya pada Pilgubsu dan Pilkada kabupaten/kota se Sumut pada 27 Juni 2018 dan memastikan seluruh keluarganya memberikan hak suara mereka.
  2. Karena penyogok dan yang disogok sama-sama akan dimasukkan ke Neraka, maka seluruh rakyat dan umat diharapkan menolak segala bentuk sogokan dan money politics.
  3. Diminta kepada seluruh umat Islam untuk menyelamatkan diri dari serangan fajar yang mungkin dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.
  4. Diminta kepada generasi muda dan aktivis Muslim untuk mengawasi segala bentuk money politics dan sogok politik serta diminta aparat keamanan agar menangkap dan memproses pelakunya.
  5. Diminta kepada generasi muda dan aktivis Muslim untuk mengajak seluruh warga (door to door) agar hadir di TPS dan memilih pasangan Muslim-Muslim.
  6. Diminta kepada pengurus masjid, majelis taklim dan Ormas Islam agar memasang imbauan bahwa memberi suara dalam Pilkada adalah jihad politik kebangsaan dan karenanya semua umat Islam harus menunaikannya.
  7. Guna membangkitkan kesadaran umat diminta kepada seluruh aktivis Muslim dan lembaga Islam untuk membuat slogan singkat tentang penyuksesan Pilkada.
  8. Diminta kepada aktivis Muslim dan seluruh masyarakat Muslim untuk mengawasi TPS dan mengawasi kemungkinan adanya pemilih siluman.
  9. Diminta kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota sampai jajaran terendah, jajaran KPUD, Bawaslu, TNI/Polri agar bersikap netral dalam mengawasi jalannya Pilkada Sumut dan kabupaten/kota seSumut. (m07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here