Demi Bayar Utang, Buruh Pabrik Bunuh Teman Sekerja

0
3172

MEDAN (Waspada): Dua jam setelah menemukan mayat korban pembunuhan di PT. Prabu Jaya Jl. Pertahanan Desa Patumbak Kampung, Kec. Patumbak, Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Unit Reskrim Polsek Patumbak menembak pelaku pembunuhan berinisial DP alias Bewok, 28, warga Jl. Pertahanan Dusun I Desa Sigara-gara, Kec. Patumbak, Deliserdang, Kamis (14/6) dinihari.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi di dampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira SIK dan Kapolsek Patumbak Kompol Yasir Ahmadi dalam keterangan persnya di Mapolrestabes, Kamis (14/6) siang menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka berawal dari temuan mayat di parit PT. Prabu Jaya Jl. Pertahanan Patumbak Kampung, Rabu (13/5) sore.

“Atas informasi tersebut, Tim Pegasus Reskrim Polsek Patumbak dan Tim Inafis Polrestabes Medan tiba di lokasi guna olah TKP, serta identifikasi terhadap mayat yang mulai membusuk dan terdapat sejumlah luka tikaman di tubuhnya. Selanjutnya mayat yang diketahui bernama Herman, 24, warga Jl. Saudara Kel. Timbang Deli, Kec. Medan Amplas, dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan guna dilakukan otopsi,” ujar Kapolrestabes sembari menambahkan, korban merupakan buruh di pabrik PT. Prabu Jaya.

Selanjutnya, tambah Dadang, Tim Pegasus melakukan penyelidikan dan memintai keterangan saksi-saksi, di antaranya security pabrik, Bambang Wahyono, 30, dan ayah korban, Legiman, 51. Dari keterangan para saksi, korban diketahui terakhir kali terlihat bersama DP alias Bewok.

“Tak sampai dua jam Tim Pegasus berhasil membekuk DP alias Bewok tak jauh dari rumahnya. Saat diinterogasi, tersangka mengakui telah membunuh korban. Saat digeledah, dari saku celananya diamankan HP milik korban. Petugas selanjutnya melakukan pengembangan, dan mengamankan pisau dapur yang digunakan tersangka menghabisi korban, yang dibuang DP alias Bewok ke kolam ikan di Jl. Pertahanan,” terang Kapolrestabes.

Dijelaskan Dadang, dari pengakuan tersangka, sepedamotor Honda Supra warna hitam milik korban dijual kepada rekannya berinisial D (DPO) warga Desa Sei Mencirim, Kec. Sunggal, Kab. Deliserdang. Petugas membawa tersangka guna menunjukkan rumah D. Saat di kawasan Desa Sei Mencirim, tersangka tiba-tiba melakukan perlawanan hingga salah seorang petugas terjatuh, dan langsung kabur.

“Tim Pegasus langsung mengejar sembari melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun DP alias Bewok tak mengindahkan. Petugas memberi tindakan tegas dengan menembak kedua kaki tersangka hingga rubuh. Tersangka dibawa ke RS Bhayangkara untuk perawatan, setelah itu diboyong ke Mako untuk menjalani pemeriksaan intensif,” katanya.

Disebutkan Dadang, dari pengakuan tersangka, pembunuhanan yang dilakukannya terjadi pada Minggu (10/6) sore. Tersangka datang ke pabrik PT. Prabu Jaya untuk bekerja seperti biasa. Selain hendak menemui mandor, tersangka juga bermaksud menggunakan sabu yang sengaja dibawanya.

“Kemudian korban yang sedang bekerja di pabrik itu bertemu tersangka. DP alias Bewok minta korban membelikan rokok ke warung, dan korban menurutinya. Tersangka selanjutnya buka baju dan duduk di parit kering di sebelah pabrik. Tak lama korban datang meberikan rokok tersangka. Saat itu tersangka minta korban menyalakan mancis guna membakar sabu yang digunakan DP alias Bewok,” sebut Kapolrestabes.

Masih kata Dadang, korban yang tak menggunakan narkoba diajak tersangka ngobrol. Tiba-tiba tersangka mengingat tentang utang-utang miliknya kepada korban, sehingga timbul niat untuk membunuhnya. Herman pun pamit kepada tersangka untuk melanjutkan pekerjaannya. Tapi saat hendak ke luar parit, tersangka langsung mengambil pisau dari kantong belakang celananya, kemudian menarik kerah baju korban.

“Tersangka menikam dada korban 5 kali sehingga korban tersungkur. Tapi ketika melihat korban masih bergerak, DP alias Bewok kembali menikam perut korban berulang-ulang kali hingga korban akhirnya tewas bersimbah darah. Setelah nengambil hp dari saku korban, tersangka meninggalkan lokasi dengan membawa sepedamotor korban. Sepedamotor korban dijual tersangka kepada D seharga Rp1,4 juta,” jelas Dadang sambil menegaskan, tersangka dijerat Pasal 365 Ayat 3 Subs Pasal 338 dari KUHPidana dengan ancaman penjara di atas 15 tahun.

Sementara itu, tersangka DP alias Bewok mengaku nekad membunuh karena ingin memiliki sepedamotor korban, merampas serta menjual sepedamotor korban. “Aku ada utang sama orangtuaku Rp500.000,- Setelah sepedamotor kujual Rp1.500.000, aku langsung membayar utang sama orangtuaku,” tutur DP alias Bewok yang juga buruh di pabrik tersebut. (h04/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here