Tim Taifib 2 Marinir Tak Mampu Jangkau Kedalaman Danau Toba

0
TIM Yon Taifib 2 Marinir Jakarta bersiap melakukan penyelaman.(Waspada/Rasudin Sihotang)

TIGARAS, Simalungun (Waspada): Tim penyelam dari Batalyon Intai Amfibi Marinir Jakarta tidak mampu menjangkau kedalaman lokasi tenggelamnya KM Sinar Bangun, di Danau Toba.

Komandan Tim Lettu Mar Kukuh H. Wiratama dikonfirmasi Waspada, Kamis (21/6) menjelaskan, meski dibantu peralatan kemampuan selam manusia kedalamannya maksimal 30 meter. Sementara lokasi tenggelamnya KM Sinar Bangun diduga antara 300 sampai 400 meter sehingga tidak dapat dijangkau.

Selain pecahnya gendang telinga, jarak pandang juga sangat terbatas di kedalaman di atas 30 meter, di mana paling jauh dua meter. Kukuh mengaku hanya bisa melihat teman di samping sehingga tim kembali ke permukaan, selanjutnya melakukan penyisiran.

“Penyelaman juga terkendala kuatnya arus di bawah danau,” ujar Kukuh.

Untuk hari ini, ungkap perwira muda ini, pihaknya tidak akan melakukan penyelaman, sebab mempertimbangkan cuaca. Selain menggunakan peralatan selam Marinir, pihaknya juga berkoordinasi dengan Basarnas yang memiliki alat pendeteksi objek bawah laut bernama ROV.

Namun kemampuan ROV sendiri juga memiliki keterbatasan di kedalaman 100 meter. “Doakan ya mas, supaya cepat ditemukan, tapi hari ini untuk menyelam terkendala cuaca,” ujar Kukuh.(a32)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here