Jumlah Korban Hilang KM Sinar Bangun Berkurang

0
390
KAKAN SAR Medan, Budiawan bersama instansi Jasa Raharja, Polres Samosir, Dinas Perhubungan, Pemkab Simalungun dan lainnya menggelar konferensi pers terkait perkembangan operasi SAR Gab.(Waspada/Rasudin Sihotang)

TIGARAS, Simalungun (Waspada): Kepala Divisi Asuransi Kantor Pusat Jasa Raharja, Jakarta, Muhammad Evert Yulianto, Senin (25/6) menyebutkan, korban meninggal dan hilang dalam tragedi KM Sinar Bangun dipastikan memperoleh asuransi Rp50 juta per orang.

Hal itu, katanya, berdasarkan UU No. 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang jo. PP No.17 Tahun 1965 tentang Ketentuan Pelaksanaan Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang. Sesuai ketentuan tersebut, papar Evert, santunan yang diberikan kepada korban sebesar Rp50 juta.

Menurut Evert, santunan ini akan diberikan kepada keluarga korban menunggu tiga hari masa perpanjangan yang diberlakukan Basarnas. Jika sudah ada keputusan bersama terkait data para korban, maka Jasa Raharja akan langsung melakukan pembayaran dengan cara transfer langsung ke rekening ahli waris.

“Untuk penggantian biaya perawatan korban luka maksimal Rp20 juta per orang,” ungkap Evert.

Sementara Bupati Simalungun JR Saragih menegaskan, sesuai arahan Menteri Sosial, Idrus Marham, korban meninggal kapal tenggelam mendapat santunan Rp15 juta. Santunan itu akan diserahkan paling lama sepuluh hari ke depan setelah pihaknya mendapat data dari daerah asal para korban.

“Intinya urusan ini jangan dipersulit, segera kami serahkan ke ahli waris korban,” ungkap JR.

Untuk perkembangan data korban, Kapolres Samosir, AKBP Agus Darojat menjelaskan berdasarkan keputusan akhir, jumlah korban hilang berkurang 20 dari 184 menjadi 164 orang. Pengurangan jumlah ini diakibatkan adanya daftar nama ganda dan setelah diverifikasi.

“Gandanya begini, di Samosir keluarga melapor dengan nama asli, sementara di Simalungun dengan nama panggilan, nah jadi inilah yang kita cocokkan, sehingga datanya berkurang 20 nama,” ungkap Kakan SAR Medan, Budiawan.

Sementara jumlah korban selamat awalnya 18 orang naik menjadi 21 orang, karena nakhoda dan dua ABK yang selamat belum dimasukkan ke data dasar. Untuk korban meninggal tetap tiga orang, sehingga total korban ditemukan berjumlah 24 orang.(a32)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here