Warga Paluta Keluhkan Kenaikan Harga Pertamax

0
SALAH satu SBPU di Paluta terlihat sepi akibat bahan bakar minyak kosong. Waspada/Sori Parlah Harahap
SALAH satu SBPU di Paluta terlihat sepi akibat bahan bakar minyak kosong. Waspada/Sori Parlah Harahap

GUNUNGTUA (Waspada): Masyarakat Kab. Padanglawas Utara (Paluta) mengeluh dengan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis pertamax Rp600 per liter, tanpa ada pemberitahuan.

“Kita sangat menyayangkan sikap pemerintah khususnya pihak Pertamina yang menaikkan harga tanpa ada pemberitahuan kepada masyarakat bawah,” ungkap Dirman Harahap, warga Paluta.

Dijelaskannya, kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax baru ia ketahui saat melakukan pengisian di SPBU Gunungtua, Minggu (1/7) sekitar pukul 08.00.

“Saya hendak mengisi BBM, saya melihat mesin pengisian BBM jenis Pertalite kosong. Jadi saya beralih ke Pertamax. Sebelum melakukan pengisian petugas SPBU langsung memberitahu harga Pertamax sudah naik,” jelasnya.

Mendengar pemberitahuan petugas SPBU, ia merasa kecewa dengan sikap pemerintah dan pihak Pertamina. “Sejak awal tahun 2018 harga BBM sudah berulangkali naik, pemerintah sekarang tampaknya tidak pro terhadap rakyat, ” keluhnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Paluta Basri Harahap dari Partai Demokrat dimintai tanggapannya terkait naiknya harga BBM secara diam-diam, menyebut pemerintah terlalu cepat menaikkan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax dan lainnya. Pasalnya, akan mempengaruhi ekonomi masyarakat khususnya kalangan bawah.

Menurutnya, saat ini ekonomi masyarakat sudah amburadul, ditambah lagi harga BBM terus mengalami kenaikan, tentu biaya hidup pun bertambah mahal. Pasalnya harga Pertamax ini mengikuti harga pasar.

“Seharusnya pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak. Sebab harga yang terus mengalami kenaikan akan menyulitkan masyarakat. Kecuali bahan bakar subsidi tetap dipertahankan,” terangnya.

Basri juga minta pemerintah pusat untuk mengkaji ulang kenaikan harga bahan bakar minyak ini. soalnya masyarakat Indonesia Ini tidak semua ekonominya berada di golongan atas.

Diketahui, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax kembali naik mencapai Rp600 per liter. Sedangkan harga Pertalite masih tetap.

Pantauan Waspada, kenaikan harga Pertamax sudah ditetapkan di setiap SPBU di Paluta Rp9.500 per liter dari harga sebelumnya Rp8.900. Sedangkan harga Pertalite masih tetap Rp7.800 per liter.

Untuk jenis BBM seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, Solar non PSO atau jenis bahan bakar minyak lainnya yang ikut mengalami kenaikan tidak ada pasokannya di sejumlah SPBU di Paluta. (a35)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here