Puas Inggris Pupus Trauma Penalti

0
GELANDANG Eric Dier mencetak gol penentu kemenangan Inggris ke gawang kiper Kolombia David Ospina dalam drama adu penalti di Stadion Spartak, Moskow, Rusia, Selasa (Rabu WIB).(AP)

MOSKOW (Waspada): Tim nasional Inggris menghapus rekor buruk tak pernah menang dalam drama adu penalti pada putaran final Piala Dunia dengan memukul Kolombia 4-3 di Stadion Spartak, Moskow, Rusia.

Sebelum kemenangan dramatis pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 itu, Selasa (Rabu WIB), The Three Lions selalu gagal dalam tiga kali adu penalti. Di semifinal Italia 1990, Inggris menyerah 3-4 dari Jerman Barat.

Delapan tahun berselang pada babak 16 besar Prancis 1998, David Beckham dan kawan-kawan kalah 3-4 dalam drama 12 pas kontra Argentina. Di perempatfinal Jerman 2006, St George Cross kembali tersingkir akibat kalah 1-3 dari Portugal.

Kali ini Inggris menjadi pemenang, meskipun penendang ketiga Jordan Henderson sempat gagal membobol gawang kiper David Ospina. Bola sepakan gelandang Liverpool itu berhasil diblok Ospina yang bermain di Arsenal.

Manajer Gareth Southgate pun mengaku puas tim asuhannya berhasil memupus trauma adu penalti.

“Momen spesial dan manis itu akhirnya mendatangi tim. Saya puas dan berharap generasi ini mendapatkan kepercayaan diri untuk menorehkan prestasi,” papar pelatih berumur 47 tahun tersebut.

“Dalam hidup, kita harus percaya dengan segala kemungkinan. Tak pula bisa dihindari apa yang sudah terjadi atau harapan dari semua orang,” petuah Southgate melalui Daily Mirror, Rabu (4/7)

Kegagalan Henderson yang membuat Inggris tertinggal 2-3, langsung dibayar dengan tendangan membentur mistar gawang oleh gelandang Kolombia Mateus Uribe. Bola sepakan penyerang Carlos Bacca lantas sukses dimentahkan kiper Jordan Pickford.

Bek sayap Kieran Trippier dan gelandang Eric Dier sebagai dua algojo terakhir Three Lions kemudian berhasil menaklukkan Ospina untuk memastikan kemenangan dengan skor 4-3.

“Kami mendapatkan kembali kepercayaan diri dalam eksekusi terakhir, padahal sulit untuk kembali dari situasi tertekan itu. Tapi kami tahu apa yang harus kami lakukan,” beber Dier.

“Kami tetap berpegang pada rencana, kami tidak pernah panic. Ketika sampai pada masa adu penalti, kami juga siap untuk menghadapinya,” tambah gelandang Tottenham Hotspur itu.

Laga berakhir 1-1 sepanjang 120 menit, tim Tiga Singa lebih dulu unggul lewat gol Harry Kane dari titik penalti. Los Cafeteros membalas dengan gol sundulan Yerry Mina menit 90+2 untuk membawa laga ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti.

Tiga eksekotor pertama Kolombia Radamel Falcao, Juan Cuadrado dan Luis Muriel, sukses menjinakkan kiper Inggris Jordan Pickford. Namun Uribe dan Bacca gagal menambah skor.
Di kubu Inggris, Kane dan Marcus Rashford terkesan mudah menaklukkan Ospina. Untunglah kegagalan Henderson, tidak berdampak pada psikologis Trippier dan Dier. (m15/rtr/dm)

baca juga Kane Terfokus Keberhasilan Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here