KM Roma Parsaulian Dihantam Cuaca Buruk

0
KM Roma Parsaulian ditarik KM Dosroha. Waspada/Ist

AJIBATA (Waspada): Kapal motor kayu penumpang KM Roma Parsaulian mengalami putus tali kemudi diduga akibat dihantam cuaca buruk di Danau Toba dekat Desa Horsik, Kec. Ajibata, Kab. Toba Samosir, Selasa (10/7) sekira pukul 10.30.

Akibatnya, kapal yang membawa sekitar 60 penumpang ini terombang-ambing dengan kondisi ombak tinggi dan angin kencang. Kapal tiga tingkat ini seyogyanya berlayar dari Desa Nainggolan, Kec. Nainggolan, Kab. Samosir, menuju Ajibata. Selain membawa penumpang, kapal juga memuat sejumlah barang seperti beras.

Kepala Pos SAR Parapat, Torang Hutahean dikonfirmasi Waspada menjelaskan, mereka menerima informasi kejadian itu sekitar pukul 11:00. Pihaknya langsung meluncur ke TKP menggunakan KN 412, sekaligus menginformasikan kepada kapal yang berdekatan agar segera memberi bantuan.

Sejumlah kapal termasuk milik salah satu perusahaan swasta KM Dosroha pun segera mencapai lokasi dan mendapati KM Roma Parsaulian sarat penumpang terombang-ambing di tengah cuaca yang tidak bersahabat. Kapal lalu ditarik ke daratan terdekat (Horsik) selanjutnya evakuasi penumpang.

“KN 412 tidak bisa memuat banyak penumpang, sehingga kita minta bantuan kapal lain, tidak ada korban jiwa, semua selamat,” sebut Torang.

Warga Samosir, Baktiar A Pasaribu, 35, meminta Dinas Perhubungan Samosir, untuk memeriksa kondisi seluruh kapal kayu yang berlayar di Danau Toba. Sebab, kejadian ini mirip KM Sinar Bangun yang tenggelam akibat tali kemudi putus ditambah kelebihan muatan.

Bedanya, KM Roma Parsaulian tidak membawa sepedamotor dan jumlah penumpang masih dalam jumlah toleransi. Selain itu, bantuan dari masyarakat maupun Tim SAR segera tiba, sehingga sehingga kapal naas itu segera ditolong.

Kepada pemilik kapal, Baktiar yang juga menjabat Wakil Ketua PWRI-B Kab. Samosir, meminta agar para nakhoda dan ABK selalu mengingatkan penumpang supaya tidak membuang sampahnya ke danau, tidak berbicara ‘jorok’, dan berprilaku sopan dalam kapal.

“Karena penghuni Danau Toba tidak suka danau itu dipenuhi sampah, apalagi cakap kotor,” tutur Baktiar yang percaya penunggu Danau Toba murka karena ulah manusia.

Pengamatan Waspada pada video amatir detik-detik terdamparnya KM Roma Parsaulian, para penumpang baik pria maupun wanita berusaha menarik kapal ke daratan di tengah gelombang tinggi. Di sisi lain, dari puluhan penumpang yang berada di luar kapal, tak terlihat menggunakan rompi keselamatan (life jacket) sebagimana standar keselamatan pelayaran. (a32)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here