KPK Geledah Kantor Bupati Bener Meriah

0
66
KPK kembali menggeledah ruangan Bupati Bener Meriah Ahmadi. Mereka juga menggeledah ruangan Kantor PUPR setempat. Waspada/Khairul Akhyar

BANDA ACEH (Waspada): Satgas KPK kembali menelusuri bukti kasus dugaan suap terkait dana otonomi khusus Aceh (DOKA) 2018. Kemarin, tidak hanya Kantor Dinas PUPR dan Dispora Aceh, tetapi juga kantor Bupati Bener Meriah dan Dinas PUPR setempat.

“Selain kantor Dinas PUPR dan Dispora di Aceh, juga dilakukan penggeledahan di dua lokasi di Kabupaten Bener Meriah, yaitu, Kantor Bupati dan Kantor Dinas PUPR,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (10/7).

Febri mengatakan, dalam kasus ini, dari dokumen dan catatan-catatan proyek yang didapatkan, kian menguatkan kontruksi pembuktian kasus dugaan suap DOKA 2018.

Bupati Bener Meriah Ahmadi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. KPK mengimbau agar pihak-pihak di lokasi penggeledahan dapat koperatif dan membantu proses penyidikan ini.

Penggeledahan dilakukan KPK secara paralel, dua lokasi di Bener Meriah dan dua lokasi lainnya di Banda Aceh. Di Banda Aceh KPK menggeledah, Kantor Dispora Aceh dan PUPR.

Terkait sejumlah pertanyaan, kapan saksi yang dicegah ke LN akan diperiksa? Febri mengatakan, KPK akan memeriksa saksi yang relevan dan dipandang ada kaitan dengan kasus ini.

“Sehingga nanti saat diperiksa bisa menjelaskan apa yang diketahuinya. Jadwal pemeriksaannya kapan akan kami informasikan lebih lanjut nantinya,” ujarnya.

    Bener Meriah

Dari Bener Meriah, ruang Kerja Bupati Ahmadi SE, kembali digeledah tim KPK, kemudian tim anti rasuah ini menggeledah kantor Dinas PUPR Bener Meriah, kemarin.

Kabag Umum Setdakab Bener Meriah Taslim, kepada Waspada membenarkan penggeledahan itu. Kata dia, KPK awalnya menggeledah ruangan kerja Kantor Bupati Bener Meriah sekira pukul 10:00.

“Mereka membawa sejumlah dokumen yang saya juga tidak mengetahuinya. Namun sebelum menggeledah mereka terlebih dulu meminta izin kepada Plt Bupati Tgk Syarkawi,” ujar Kabag Umum Taslim didampingi Kabag Humas Setdakab Syukur.

Dari pantauan Waspada, hampir tiga jam penggeledahan di ruang bupati tersebut. Tampak sejumlah barang yang tidak diketahui isinya itu diangkut tim KPK dalam beberapa koper. Dan tim KPK menumpangi lima mobil.

Setelah dari ruang kerja Bupati Ahmadi, tim KPK kembali melanjutkan perjalanan ke Dinas Perkerjaan Umum PU dan Pekerjaan Rakyat (PUPR).

“Mereka juga menggeledah Kantor PUPR Bener Meriah. Kami juga tidak tahu apa yang mereka bawa,” kata Taslim.

Dalam melakukan operasi penggeledahan KPK, tampak dikawal ketat polisi bersenjata lengkap. Mereka diam tidak berkomentar apapun kepada media, bahkan wartawan tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan yang digeledah.

Setelah selesai bekerja di lokasi penggeledahan itu, KPK langsung pergi.(cdr/b33)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here