Perampok Bersenpi Jarah Rp141 Juta Dari BPTN Tembung

0
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira memperhatikan personel Tim Inafis yang sedang mencari sidik jari pelaku perampokan di BTPN Purna Bakti PP Tembung Jl. Medan-Batangkuis, Selasa (10/7). Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Tiga perampok bersenjata api menjarah kantor Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BPTN) Purna Bakti Point Payment (PP) Tembung Jl. Medan-Batangkuis, Desa Bandarklippa, Kec. Percut Seituan, Selasa (10/7) sekira pukul 08:30. Akibatnya, uang tunai Rp141 juta yang berada dalam cash-box dijarah ketiga perampok bersenpi itu.

Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, aksi perampokan tersebut terbilang sangat cepat, apalagi saat itu suasana di dalam kantor perbankan itu hanya dua orang yakni sekuriti bernama Alfisyar, 31, warga Gang Pelita Desa Bandarklippa, Kec. Percut Seituan, dan Leli Hasibuan, kasir bank.

Pagi itu, pihak BTPN Purna Bakti PP Tembung, baru saja menerima uang droping dari kantor BTPN Kantor Cabang Medan Jl. Putri Hijau. Dua puluh menit kemudian, 1 unit mobil Avanza warna hitam yang datang dari arah Medan langsung berhenti di depan warung internet (warnet) yang letaknya persis di sebelah kantor BTPN.

Dua pria berjaket yang memakai tutup wajah (masker) dan berkacamata serta membawa senjata api laras pendek turun dari mobil, sedangkan seorang lagi yang diduga sebagai sopir menunggu di dalam mobil.

Kedua pelaku langsung masuk ke dalam Bank BTPN sekaligus menodongkan senjata apinya kepada sekuriti hingga tak berkutik, seorang pelaku lainnya memaksa kasir Leli Hasibuan masuk ke dalam ruangan.

Setelah sekuriti dan kasir tak berdaya, kedua pelaku menggondol cash box berisikan uang tunai Rp141 juta dari dalam ruang kasir dan langsung ke luar masuk ke dalam mobil Avanza warna hitam.

Selanjutnya, kawanan perampok tersebut melarikan diri ke arah Kec. Batangkuis, Kab. Deliserdang, sedangkan kedua korban langsung melaporkan kasus perampokan tersebut ke Polsek Percut Seituan.

Seorang warga menuturkan, aksi perampokan tersebut begitu cepat dan tidak terdengar suara letusan senjata api, apalagi suara teriakan orang minta tolong.

“Kami tidak mendengar teriakan orang minta tolong namun hanya melihat dua pelaku masuk ke dalam mobil. Selanjutnya, mobil tersebut mengarah ke Jalan Medan-Batangkuis,” sebut Mulya Rizki, 18, penjaga warnet di sebelah kantor BTPN Purna Bakti tersebut.

Dijelaskan Mulya Rizki, mobil Avanza tersebut berhenti persis di tempatnya duduk sebagai penjaga warnet. “Begitu mobil berhenti, dua pelaku turun dari mobil, sedangkan seorang lagi menunggu di dalam mobil. Hanya beberapa menit, kedua pelaku udah keluar dari dalam bank tersebut sembari menenteng kotak berisi uang tunai Rp141 juta,” ujarnya.

Begitu pelaku kabur, dari dalam bank terdengar teriakan. “Awalnya nggak tahu apa yang terjadi di dalam. Nggak ada suara senjata. Sesudah orang itu pergi baru terdengar teriakan, baru tahu ada kejadian,” kata Mulya.

Petugas Unit Reskrim Polsek Percut Seituan dan Tim Inafis Polrestabes Medan, yang mengetahui aksi perampokan tersebut tiba di lokasi kejadian, sekaligus melakukan olah TKP.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira yang dikonfirmasi membenarkan aksi perampokan bersenjata api itu, namun pihaknya sedang melakukan penyelidikan. “Pelaku perampokan masih dalam pengejaran,” tuturnya.

Seorang sumber di Kepolisian menyebutkan, diduga para pelaku telah mengetahui tata kerja di Bank BTPN PP yang merupakan payment point, apalagi kantor perbankan ini tidak melakukan transaksi setiap harinya. (h04/crul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here