Postingan Martinus Berisi Fitnah Terhadap Nabi Muhammad SAW

0
65
Terdakwa Martinus Gulo saat bersidang di PN Medan, Selasa (10/7). Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Sidang lanjutan kasus dugaan penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW dengan terdakwa Martinus Gulo, kembali digelar di ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (10/7) sore.

Sidang beragendakan mendengarkan keterangan saksi ahli dari Departemen Agama (Depag) Kota Medan, Solahuddin Siregar, dan dua orang dari FPI Kota Medan Rizatta Tripaldi dan Budi Hartono.

Solahuddin Siregar saat dimintai keterangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joice Sinaga menerangkan, tindakan yang dilakukan terdakwa Martinus Gulo dalam postingan di akun facebooknya dengan menyebutkan Nabi Muhammad bersetubuh dengan binatang tidaklah benar.

Menurut dia, hadist yang dikutip Martinus Gulo dapat disimpulkan sebagai fitnah. Hadist tersebut tidak pernah ada di dalam ajaran Islam. Dia juga hanya mengutip terjemahan, namun tidak ada hadist yang dimaksudkan.

“Berdasarkan redaksi yang ditujukan ke saya bahwa apa yang dipostingnya di Facebook, saya sudah tahu itu fitnah dan tidak benar. Dia mengutip Shahih Muslim, bab 7, halaman 1. Dalam hadist tidak ada seperti itu penulisannya,” ujar Solahuddin di hadapan Hakim Ketua Saidin Bagariang

Dijelaskannya, dalam penelitian berbagai hadist tentang kandungan isinya, bahwa dalam Islam berhubungan badan dengan binatang adalah dosa besar. Bahkan seluruh mazhab mengharamkan hal itu.

“Jadi tidak mungkin Nabi Muhammad berhubungan badan dengan Babi. Mana mungkin dia berzinah dengan binatang yang dosanya sangat besar,” kata Solahuddin Siregar.

Dia berpendapat, hadist yang diposting terdakwa melalui akun Facebooknya merupakan hadist yang dibuat-buat. “Hadist bukan seperti itu,” tuturnya.

Sementara itu, Rizatta Tripaldi dan Budi Hartono mengatakan, akibat postingan Martinus Gulo membuat umat Islam merasa terhina, sehingga dia dilaporkan ke polisi. “Kami merasa terhina dengan postingan itu. Screenshot postingan itu kami dapat dari kawan-kawan melalui handphone,” sebut mereka.

Diketahui, Polrestabes Medan mengamankan Martinus Gulo, warga Desa Fanedanu, Kec. Somambawa, Kab. Nias Selatan, terkait dugaan kasus penghinaan agama lewat media sosial pada Maret 2018. Martinus ditangkap atas laporan dari Front Pembela Islam (FPI) berdasarkan LP/589/III/2018/SPKT/Restabes Medan, tanggal 28 Maret 2018, tentang adanya pengguna media sosial yang menghina Nabi Muhammad SAW. Dalam akun Facebook-nya, tersangka menuliskan status yang tak pantas menghina Nabi Muhammad SAW.

Satuan Reskrim Polrestabes Medan yang menerima laporan penghinaan itu langsung melacak keberadaan pemilik akun Facebook yang menghina umat muslim tersebut. Dari penyelidikan, petugas berhasil meringkus pelaku di kos-kosannya Jl. S. Parman Gang Rustam, Kel. Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah.

Hasil pemeriksaan terhadap tersangka, bahwa dia mengaku sakit hati karena agamanya kerap dihina melalui media sosial, sehingga Martinus nekat melakukan aksi balas dendam. Atas perbuatannya, tersangka dijerat UU ITE dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (cra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here