Final Mimpi Terliar Mbappe

0

ST PETERSBURG (Waspada): Bomber belia Kylian Mbappe (foto kiri), seperti tidak percaya Timnas Prancis menembus final Piala Dunia 2018.

Les Bleus memastikan lolos Selasa (Rabu WIB), setelah mengalahkan Belgia 1-0 pada laga semifinal di Saint Petersburg, Rusia.

“Ini tidak bisa dipercaya. Ini adalah mimpi segalanya, impian masa depan,” ucap Mbappe lewat AFP, Rabu (11/7).

Bintang berusia 19 tahun yang memporak-porandakan benteng pertahanan Belgia dengan permainan menawannya itu mengaku sebagai pemimpi. Laga final di Moskow kontra Inggris atau Kroasia pada 15 Juli mendatang pun menjadi mimpi terliar Mbappe.

“Saya tidak memiliki kata-kata, ini mimpi saya yang paling liar. Saya adalah seorang pemimpi besar, saya tak pernah membayangkan ini,” beber bintang Paris SG itu.

“Masih ada satu langkah lagi untuk dijalani. Tetapi kami bangga dengan apa yang telah kami lakukan saat ini,” katanya menambahkan.

Mbappe sendiri sudah mengukir dua rekor sepanjang gelaran di Rusia 2018. Dia menjadi pencetak gol termuda sepanjang masa Prancis di arena Piala Dunia serta mengimbangi rekor legenda Pele sebagai bintang muda yang mampu mencetak dua gol dalam satu laga Piala Dunia.

Kemenangan atas Belgia membuat Prancis untuk kali ketiga sepanjang sejarah mencapai partai final turnamen sepakbola paling bergengsi sejagad itu setelah 1998 dan 2006.

“Di ruang ganti, (pelatih) Didier Deschamps senang. Kami semua senang, semua saling berpelukan. Presiden (Prancis) Emmanuel Macron datang menemui kami,” ungkap Mbappe.

“Semua orang bersama kami. Dia (Macron) mengatakan bahwa dia akan kembali hadir untuk menonton babak final, untuk melihat kami meraih trofi,” tambahnya.

Pada penampilan perdananya di final Piala Dunia, Les Bleus di hadapan publiknya sendiri berhasil mengangkat trofi dengan menggunduli juara bertahan Brazil 3-0 berkat dua gol tandukan Zinedine Zidane dilengkapi gol tembakan mendatar Emmanuel Petit.

Delapan tahun berselang di Jerman 2006, Les Bleus harus melewati adu penalti setelah bermain imbang 1-1 dengan Italia hingga waktu normal dan dua kali babak tambahan 15 menit usai.

Jelang babak tambahan waktu berakhir, sebuah insiden yang akan selalu dikenang sepanjang masa terjadi. Kapten Zidane tiba-tiba menanduk dada bek Italia Marco Materazzi. Dua sosok itu juga merupakan pencetak gol bagi tim masing-masing di waktu normal.

Tanpa Zidane, Prancis menyerah kalah 3-5 dalam drama adu penalti dari Italia. Striker David Trezeguet menjadi satu-satunya algojo Les Bleus yang gagal menunaikan tugasnya dengan baik. Hal itu menjadi ironi mengingat Trezeguet merupakan pencetak gol kemenangan Prancis di final Piala Eropa 2000 ke gawang Italia.

Kini Prancis menembus final 2018 dengan berbekal catatan sebagai juara Grup C mengungguli Denmark, Peru dan Australia dalam prosesnya. Les Bleus kemudian menaklukkan Argentina 4-3, Uruguay 2-0 dan Belgia 1-0.

“Kami bekerja keras. Saya mencetak gol dan kami menampilkan permainan bagus,” ucap Samuel Umtiti, pencetak gol tunggal Pangeran Biru ke gawang Si Setan Merah.

“Saya sangat bangga terhadap semuanya. Mereka bekerja pada 1998 dan kami bekerja pada hari ini. Kami mencapai target untuk menuju ke final, saya sangat puas,” tegas Umtiti.

“Ini indah dan bagus, namun masih ada satu langkah lagi. Saya senang saat warga Prancis merasa senang, namun saya harap membuat mereka lebih bahagia pada malam tanggal 15 Juli,” timpal gelandang Paul Pogba. (m15/rtr/afp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here