Indonesia Peringkat Ke-9 Negara Teraman Di Dunia

0
41
Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw memotong nasi tumpeng di acara syukuran HUT ke 72 Bhayangkara di Aula Tribrata Poldasu. Waspada/Rudi Arman/C
Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw memotong nasi tumpeng di acara syukuran HUT ke 72 Bhayangkara di Aula Tribrata Poldasu. Waspada/Rudi Arman/C

MEDAN (Waspada) :  Hasil survey Lembaga Riset Internasional Gallup’s Law And Order menyebutkan, Indonesia  berada di peringkat 9 negara teraman di dunia. The Gallup Organization lembaga survey papan atas di Amerika Serikat melalui 2018 Global Law And Order Survey mengungkap  Indonesia berada pada peringkat ke- 9 negara teraman didunia.

Indonesia berada diatas Denmark  (posisike -10), Belanda (posisi ke-15) bahkan Jepang (posisi ke 27) dan survei ini mengungkap 69 persen dari 148.000 responden pada 142 negara percaya kepolisian lokal dalam hal ini Polri di Indonesia mampu menjaga keamanan dalam negerinya.

Kapoldasu  Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, informasi di atas merupakan kabar baik bagi Polri. Ini membuktikan kepercayaan masyarakat internasional begitu besar kepada Polri. “Ini adalah sebuah pencapaian membanggakan, sehingga harus dijaga dan dipertahankan.

“Semua ini merupakan hasil kerja elemen bangsa, di dalamnya tentu ada peran dan kerja keras anggota Polri serta pengabdian dan dedikasi anggota Polri,” katanya saat membacakan amanat Persiden Joko Widodo dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-72 dilapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Rabu (11/7).

Kapoldasu  mengingatkan, seluruh anggota Polri tidak cepat berpuas diri, karena kedepannya Polri akan menghadapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks, sebab tuntuta ndan harapan rakyat kepada Polri akan semakin meningkat.

Terlebih lagi, dunia yang terus berubah, berkembang dan bergerak dengan kecepatan tinggi,dengan membawa tantangan-tantangan serta ancaman-ancaman baru terhadap situasi keamanan dalam negeri.

“Di era digital saat ini Polri harus mampu mengantisipasi perkembangan tindak kejahatan yang semakin beragam, berevolusi dalam berbagai wujud dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Untuk itu Polri harus semakin siap menghadapi kejahatan yang bersifat transnasional seperti ancaman kejahatan Siber, Human trafficking, Drug Trafficking sampai dengan Armed Smuggling,” katanya.

Disamping itu, lanjutnya, Polri juga harus terus meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan dalam menghadapi ancaman kejahatan terorisme, dimana terorisme adalah kejahatan luar biasa terhadap negara serta Kemanusiaan.

Apalagi, hampir semua Negara di dunia menghadapi ancaman kejahatan terorisme, yang bukan hanya terjadi di negara-negara dilanda konflik tapi juga negara maju seperti Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

”Kita tidak pernah melupakan tindakan biadab dan pengecut dari para pelaku bom bunuh diri yang bukan menimbulkan korban jiwa masyarakat tapi juga aparat kepolisian sebagai target aksi terornya,” katanya.

Karena itu, Kapolda  meminta, seluruh anggota Polri jangan pernah lengah, tetap sigap dan waspada dalam menjalankan tugasnya. Selain itu selalu mengembangkan diri dan melakukan terobosan-terobosan untuk terus mengatasi berbagai ancaman yang ada.

Syukuran

Usai apel, syukuran HUT Bhayangkara  di Aula Tribrata Poldasu  digelar dengan thema “Dengan Semangat Promoter Polri Siap Mengamankan Agenda Kamtibmas tahun 2018 dan 2019”.

Dalam syukuran tersebut  diadakan pemberian nasi tumpeng kepada personil Polda Sumut  tertua yakni AKBP Janun Pakpahan  kasubdit I Ditreskrimum Polda Sumut serta personil termuda Bripda Edo Fitderian Pratama dari Ditsabhara Polda Sumut.

Kapoldasu mengatakan, program promoter di fokuskan pada tiga  kebijakan utama yang sederhana yaitu Peningkatan Kinerja, Perbaikan Kultur dan Manajemen Media. Selama dua tahun impelementasi program promoter telah menunjukkan hasil yang baik, publik trust terhadap institusi Polri terus meningkat.

Polri pada tahun 2016 termasuk dalam tiga institusi paling tidak dipercaya publik, kini berdasarkan hasil surve yang diselenggarakan oleh berbagai Lembaga telah berada pada tiga besar Lembaga dengan kepercayaan publik terbaik.

Keberhasilan Polri ini tidak akan dapat diraih tanpa adanya dukungan dari Presiden dan Wakil Presiden RI, para pimpinan Lembaga TinggiNegara, Para  Pimpinan Kementerian / Lembaga,seluruh anggota MPR / DPR / DPDRI, para Mitra kerja, senior dan sesepuh Polri, serta seluruh masyarakat.

Terlepas dari berbagai capaian prestasi, kami menyadari masih banyak kelemahan Polri, kedepan Polri berkomitmen untuk terus melaksanakan perbaikan agar kepercayaan masyarakat dapat terjaga dan terus meningkat karena institusi Polri merupakan milik seluruh rakyat sekaligus sebagai aset bangsa Indonesia tercinta. (m39/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here