Sembilan Saksi Diperiksa KPK

0
100

BANDA ACEH (Waspada): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 15 saksi terkait dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018, yang menjerat Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan mulai Kamis (12/7) pihaknya melakukan pemeriksaan saksi terkait aliran DOKA 2018. Pemeriksaan itu sebagai rangkaian penyidikan suap.

“Pemeriksaan ini sebagai rangkaian dari penyidikan dugaan suap terhadap Gubernur Aceh terkait DOKA. Kamis diagendakan pemeriksaan enam saksi dari unsur swasta. Pemeriksaan dilakukan di Polda Aceh,” kata Febri saat dikonfirmasi, Kamis (12/7).

Ia menjelaskan, enam saksi yang diperiksa terlebih dulu datang ke Polda Aceh secara keseluruhan, untuk diperiksa penyidik. Dari enam saksi tersebut penyidik KPK akan terus mendalami informasi terkait aliran dana dan komunikasi di antara pihak-pihak yang terkait dalam perkara ini.

Kemudian sisanya, sembilan saksi akan diperiksa hari ini, Jumat (12/7). “Jumat direncanakan 9 saksi diperiksa. Kami imbau agar para saksi koperatif dan menghadiri pemeriksaan tersebut. Kejujuran dari para saksi akan membantu penguatan kasus ini,” sebutnya.

Kepada saksi, KPK mengingatkan agar yang diperiksa memberi keterangan yang jujur, agar proses kebenaran terungkap dalam kasus ini. Menurutnya, sikap koperatif saksi akan membantu proses hukum.

Namun Febri enggan membeberkan siapa saja yang diperiksa KPK di hari pertama, Kamis kemarin di Polda Aceh. Seperti diketahui, KPK sudah melayangkan surat panggilan kepada 15 orang saksi terkait dugaan suap DOKA.

KPK juga mencekal empat orang untuk tidak keluar negeri selama enam bulan. Dalam kasus ini KPK sudah menetapkan empat orang sebagai tersangka, dan barang bukti uang Rp500 juta yang diduga digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon dalam hal membeli medali dan baju atlet.

Terancam Diundur

Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pesimis bahwa kegiatan Aceh Internasional Marathon 2018 yang akan dilaksanakan pada 29 Juli mendatang akan terlaksana tepat waktu.

Menurutnya, kegiatan Aceh Marathon tidak mungkin diselenggarakan pada 29 Juli 2018. Mengingat proses tender di Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dengan dana Rp2,7 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kegiatan Aceh Marathon ini, belum selesai dilakukan.

Sehingga, kata Nova, sangat mustahil dilaksanakan pada waktu tersebut mengingat belum adanya pemenang tender itu. Ia berpendapat, jika sudah ditetapkan pemenang tender, dipastikan pemenang akan meminta waktu untuk menyelesaikan semuanya.

“Kalau pelaksanaannya tetap 29 Juli, kemungkinan tidak selesai. Artinya kalau ada tender pasti ada pemenang, nah pemenangnya kan pasti akan minta waktu, 29 Juli kelihatannya mustahil. Kalau kita paksakan nanti bermasalah lagi,” kata Plt. Gubernur Nova Iriansyah usai menghadiri sidang paripurna DPR Aceh.

Anggaran Rp2,7 miliar akan digunakan untuk membeli medali dan jersey para atlet. Lelang ini membutuhkan waktu cukup lama. Sehingga, Nova pesimis Aceh International Marathon akan terselenggarakan 29 Juli mendatang di Sabang.(cdr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here