Aksi Pro Kontra Jokowi Berlangsung Damai

0
Seribuan relawan gerakan #2019gantipresiden mendengarkan orasi dari sejumlah ulama, di Jl. Sisingamangaraja depan Masjid Raya Medan, Minggu (22/7). Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Deklarasi gerakan #2019gantipresiden dan deklarasi #2019 Tetap Presiden Jokowi yang digelar dua gelombang massa di lokasi yang berdekatan yakni Jl. Sisingamangaraja depan Masjid Raya Medan dan Istana Maimun, Minggu (22/7), berlangsung damai, tertib dan aman.

Pantauan Waspada, ribuan pendukung deklarasi gerakan #2019GantiPresiden memadati ruas Jl. Sisingamangaraja depan Masjid Raya Medan, mendengarkan orasi dari sejumlah ulama lokal dan dari Jakarta, serta artis Neno Warisman.

Sejumlah ulama yang turut mendeklarasikan gerakan #2019gantipresiden itu yakni Ustad Raden Muhammad Syafii yang juga anggota DPR RI, Dedi Iskandar Batubara anggota DPD RI, Ustad Rafdinal, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI Sumut Ustad Heriansyah, Ustad Latif Khan, Ustad Indra Suheiri, Salman Alfarisi, dan Ihwan Ritonga.

Neno Warisman dalam orasinya menyebutkan, tidak ada kekuasaan yang abadi di dunia ini, sejatinya kekuasaan itu hanya ada di tangan Allah SWT. Siapa yang berkhianat di jalan Allah, maka tinggal menunggu kehancurannya saja.

Gerakan moral #2019gantipresiden merupakan gerakan yang sah dan sesuai dengan konstitusi atau Undang Undang Dasar 1945. Jika pemimpin tidak bisa mengurus negara ini maka kita berhak menggantinya. Oleh sebab itu, kita harus mencari pemimpin yang berpihak kepada rakyatnya dan bukan berpihak kepada asing.

“Mobil saya dibakar namun saya tidak berpikir untuk mencari penggantinya. Yang kita pikirkan mengganti presiden dengan mencari sosok pemimpin yang benar-benar mencintai rakyatnya dan bukan menzolimi rakyatnya sendiri. Gerakan ganti presiden bukanlah perbuatan makar karena #2019gantipresiden telah sesuai dengan konstitusi dan dilindungi oleh Undang Undang Dasar 1945,” kata Neno Warisman di depan ribuan massa dan relawan #2019gantipresiden.

Menurut Neno, gerakan moral ini masih berjalan panjang, namun para relawan jangan merasa takut untuk meneriakkan #2019gantipresiden dan menyanyikan lagu ganti presiden serta melawan segala bentuk kezoliman.

“Meski masih banyak orang-orang yang berpihak kepada kezoliman, semoga Allah membukakan pintu hatinya,” ujar Neno Warisman seraya menambahkan bahwa kaum ibu dan umat Islam berperan pada pemilihan presiden April 2019 mendatang.

Orator lainnya, Ustad Rafdinal menegaskan, kedaulatan bangsa ini telah tergadaikan demi asing dan aseng. Sudah saatnya kedaulatan bangsa ini harus dikembalikan, karena bangsa ini adalah bangsa yang besar dan bukan bangsa kecil. “Sudah saatnya kedaulatan bangsa ini dikembalikan kepada rakyat. Umat Islam sebagai pemilik sah republik ini, menginginkan sosok pemimpin yang benar-benar mencintai rakyatnya,” sebut aktivis 1998 ini.

“Kita sangat menginginkan sosok pemimpin yang mensejahterahkan rakyatnya, pemimpin yang tidak memusuhi ulama dan pemimpin yang amanah. Oleh sebab itu, April 2019 jangan salah pilih presiden lagi. Ganti presiden bukan keinginan elit politik tapi kemauan seluruh rakyat. Ganti presiden bukanlah perbuatan makar atau inskonstitusional karena gerakan ini adalah sah dan dilindungi oleh Undang Undang Dasar 1945. Semua elemen rakyat menginginkan ganti presiden,” tutur Rafdinal yang diiringi dengan takbir.

Sementara itu, Raden Muhammad Syafii menuturkan, sekarang ini banyak aset negara telah dikuasai oleh pihak asing, harga kebutuhan pangan semakin mahal, penegakan hukum terkesan pilih kasih, tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Belum lagi penanganan kasus hukum yang melibatkan umat Islam selalu pilih kasih.

“Bila pelaku tindak pidana umat Islam selalu dikaitkan dengan teroris, sementara bila pelaku tindak kejahatan dari non muslim malah pelakunya disebut sebagai orang gila. Jadi, aksi ganti presiden di tengah jalan tidak melanggar konstitusi,” sebut Anggota DPR RI ini.

#2019 Tetap Presiden Jokowi

Sementara itu, massa dari relawan pendukung Presiden Joko Widodo, menggelar silaturahmi sekaligus deklarasi akbar relawan Jokowi Sumut dengan #2019 Tetap Presiden Jokowi, di Istana Maimun.

Deklarasi itu diikuti lebih dari 30 elemen relawan di Sumut. Turut hadir pada kegiatan itu mantan Gubernur Sumut Erry Nuradi yang juga Ketua Sekretaris Bersatu Relawan Jokowi Sumut. Kegiatan tersebut banyak diisi dengan menyanyikan lagu nasional dan daerah.

Pada kegiatan itu, para perwakilan relawan hadir diatas panggung untuk sama-sama membacakan deklarasi  dukungan. Pada kesempatan itu, mereka  menyebutkan, bahwa  Indonesia dengan beragam suku, budaya, dan agama adalah satu kekayaan yang tidak dimiliki negara manapun .

“Keberagaman itu menjadi modal kuat Indonesia, untuk menjadi negara kuat dan menentukan warna dunia,”sebut para relawan serentak.

Dilanjutkan oleh mereka, selaras dengan berkeadilan sosial dan kesejahteraan tersebut, sebagai insan di masyarakat sosial dan warga negara yang baik, tentu saja harus mengambil peran ditengah-tengah negara dan menentukan sikap tanpa sedikitpun keraguan.

“Oleh karenanya kami sebagai relawan Jokowi, mengajak kepada sumua pihak untuk menjaga keragaman suku, budaya dan agama dengan tujuan berkeadilan sosial dan sejahtera tercapai,” ujar para relawan.

Mereka juga menilai dimasa Jokowi pembangunan yang selama ini berpusat di Pulau Jawa, kini sudah merata. Jawa sentries tidak lagi jadi kiblat pembangunan .

“Lihatlah Papua yang maju pesat. Lihatlah Mandalika Di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi kawasan wisata berkelas dunia. Lihatlah pembangunan jalan tol Binjai –Medan hingga Prapat. Lihatlah pembangunan Sumut yang maju sangat pesat,” kata mereka.

Oleh karenanya para para relawan menilai, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla telah membawa perubahan yang sangat cepat dan menyentuh Indonesia .

“Sehingga layaklah jika rakyat memberi kesempatan kepada Jokowi memimpin pemerintahan Indonesia 2019-2024. Semoga bapak Jokowi diberi kekuatan untuk membangun Indonesia dan menata rakyat dan desa hingga kita dalam satu warna yakni bendera merah putih,” tutur mereka mengakhiri deklarasi.

Pada kesempatan itu, Erry Nuradi mengatakan, silaturahmi ini sangat penting dilakukan, agar para relawan bisa saling kenal antara satu relawan dengan yang lainnya, yang salama ini mungkin jalan masing-masing dengan tujuan yang sama yaitu memenangkan Jokowi

“Oleh karena itu untuk relawan yang ada, yang bersedia dengan ikhlas tanpa bayaran tanpa dipaksa, untu memenangkan bapak Jokowi kami menyiapkan sekretariat bersama, sekretariat relawan paling tidak bisa duduk bersama untuk berdiskusi, mengapa dan kenapa kita harus memilih Pak Jokowi,  dua periode,” ujarnya. (h04/cru)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here