Prabowo Harus Pilih Ulama Sebagai Wapres

0

MEDAN (Waspada): Guru Besar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan Pengamat Politik Universitas Medan Area (UMA) Prof. Dr. Hasan Bakti Nasuion, berpendapat Prabowo Subianto tidak boleh salah memilih calon wakil presiden (Cawapres)nya, jika ingin menang di Pilpres 2019.

“Kalau mau menang atas Joko Widodo (Jokowi), Prabowo harus memilih figur Cawapres yang tepat. Yakni figur ulama ,” kata Hasan Bakti Nasution, ketika diminta Waspada pendapatnya tentang Cawapres paling ideal mendampingi Prabowo pada Pipres 2019, Senin (6/8).

Menurut Hasan Bakti Nasution, Cawapres paling pas bagi Prabowo adalah tokoh agama. ”Kalau dari luar Parpol, figur ulama paling tepat dibanding kalangan profesional, “ sebutnya.

Sedangkan, dari sisi partai koalisi, menurut Hasan Bakti, Prabowo sebaiknya memilih calon dari Partai Demokrat. Sebab, Partai Demokrat sangat kuat di Pulau Jawa. “Sedangkan pertarungan itu ada di Pulau Jawa.

Maka sangat ideal jika Cawapresnya dari Demokrat, dengan catatan PAN dan PKS harus berjiawa besar,” ucapnya. Pendapat yang sama juga disebutkan Pengamat Politik dari Universitas Medan Area (UMA) Indra Muda Hutasuhut.  Bahwa Cawapres paling ideal mendampingi Prabowo Subianto adalah sosok ulama.

“Saya pikir tanpa ada rekomendasi dari Ijtima Ulama GNPF pun, sosok ulamalah paling pas mendampingi Prabowo, kalau mau menang. Ini kombinasi paling ideal untuk menghadapi Jokowi,” sebutnya.

Bukan tanpa alasan, dalam situasi perpolitikan bangsa saat ini, akar rumput lebih respek terhadap ulama dari pada kalangan Parpol. Kemudian, Indonesia mayoritas Islam. ”Siapa yang menguasai suara umat Islam maka dia akan menjadi pemenang,” ucapnya.

Apalagi, sambungnya, jika yang terpilih ulama seperti Ustad Abdul Somad (UAS) yang memiliki basis massa dan dukungan kuat seluruh penjuru negeri, ini jelas menguntungkan Prabowo.

Kombinasi nasionalis-religius karena memiliki jangkau pemilih yang lebih luas. Indra Muda mengatakan, Prabowo jangan sampai salah memilih Cawapres, mengingat koalisi Jokowi juga terlihat berupaya merangkul kalangan Islam dengan pendekatan intensif kapada para ulama, santri, cendikiawan muslim dan ormas Islam.

“Saya pikir setiap Capres akan mengambil posisi tidak berseberangan dengan kekuatan Islam, Prabowo harus cepat membaca ini . “Pasangan Prabowo- ulama akan menjadi lawan tanding yang bisa merepotkan Jokowi,” ucapnya. (m49)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here