Stand Expo Produk Kreatif Aceh Timur Jual Madu Asli

0
131
Bupati Aceh Timur, H.Hasballah HM.Thaib, SH (4 kiri) dan Ketua TP. PKK Aceh Timur, Hj. Fitriani D. Hasballah, SH, MH (3 kiri) bersama Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Timur, Tgk. M. Yunus (5 kiri) memperlihatkan madu alam ketika berkunjung ke Stand Expo Aceh Timur di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin (6/8). Waspada/Ist.
Bupati Aceh Timur, H.Hasballah HM.Thaib, SH (4 kiri) dan Ketua TP. PKK Aceh Timur, Hj. Fitriani D. Hasballah, SH, MH (3 kiri) bersama Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Timur, Tgk. M. Yunus (5 kiri) memperlihatkan madu alam ketika berkunjung ke Stand Expo Aceh Timur di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin (6/8). Waspada/Ist.

BANDA ACEH (Waspada): Jika pengunjung ingin mendapatkan madu asli dengan harga terjangkau, silakan merapat ke Stand Expo Aceh Timur di Blang Padang Banda Aceh.

Madu asli tersebut akan disediakan selama berlangsung pergelaran Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII Tahun 2018 di Banda Aceh, 5-15 Agustus.

Selama berada di Stand Aceh Timur, madu hutan lebah asli dijual dengan harga di bawah dari harga normal. Madunya dijamin asli dan mudah untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh, karena sudah diisi dalam botol dengan berbagai ukuran. Jika anda pulang sebelum ke Stand Aceh Timur, maka terasa belum lengkap anda mengunjungi pergelaran PKA di Banda Aceh.

Madu asli tersebut diambil oleh masyarakat dari sarang lebah yang berada diatas pohon raja yang berada dalam hutan alami di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) pedalaman Kabupaten Aceh Timur dan sekitarnya.

Beberapa pengunjung yang datang ke sana sempat menguji keaslian madu. Di antara pengunjung mengaku madu yang disediakan di Stand Expo Aceh Timur bukan madu oplosan yang biasanya dibuat dari sari nenas yang dicampur gula jawa.

“Madunya asli dan saya beli dua botol dengan ukuran 300 ml dan 1.000 ml, karena harganya terjangkau sekali,” kata Usman, salah seorang pengunjung asal Aceh Aceh Utara di Stand Produk Kreatif Expo Aceh Timur, Rabu (8/8).

Sementara Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM Thaib yang akrab disapa Rocky ketika berkunjung ke Stand Produk Kreatif Expo Aceh Timur di Lapangan Blang Padang Banda Aceh menjelaskan, madu asli tersebut diambil dari sarang lebah di atas pohon peureulak atau pohon raja.

“Biasanya sarang lebah di kawasan hutan pedalaman Aceh Timur ini berada di ketinggian 50 hingga 70 meter. Artinya, untuk mendapatkan madu ini masyarakat kita butuh keberaniaan dan perjuangan besar dengan memanjat pohon besar dan tinggi,” kata bupati dari Partai Aceh itu.

Untuk menyediakan stok madu asli sebagai bentuk peningkatan ekonomi masyarakat, bupati mengaku pihaknya bersama lembaga penduli lingkungan sudah mulai melakukan budidaya madu di beberapa lokasi, di antaranya di Lokop dan Bunin Kecamatan Serbajadi.

“Jika nanti hasilnya maksimal, maka pihaknya akan mengalokasikan dana untuk peternak madu guna memperluaas titik budidaya madu ini, sehingga nantinya madu alam yang melimpah ini bisa dijual ke pasar yang lebih luas,” kata Rocky.

Menurut mantan gerilyawan GAM itu, madu asli ini awalnya dipanen secara lestari. Artinya, masyarakat ketika memanen hanya mengambil bagian yang tersedia madunya, tanpa mengganggu koloni lebah.

“Kemudian diproses sesuai standar pengolahan dengan mengikuti prosedur kesehatan dan bersih. Bahkan mulai dari pengambilan hingga selesai pengolahan mendapat pengawasan dari Forum Konservasi Leuser (FKL) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM Aceh Timur,” jelas bupati.

Nah, usaha budidaya madu tersebut sangat menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Tanpa hutan yang alami dan lestari, maka mustahil madu bisa didapatkan. “Oleh karenanya melalui budidaya madu alam ini maka otomatis akan terjaga kelestarian hutan yang begitu luas khususnya di Kabupaten Aceh Timur,” tutup Rocky. (b24)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here