Korupsi Kemenag Aceh, Kejati Tahan Direkrur PT Supernova

0

BANDA ACEH (Waspada): Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Aceh melakukan penahanan teerhadap tersangka HS selaku Direktur Utama PT Supernova, pada Kamis (9/8). HS dibawa dengan mobil tahanan ke Lapas Kajhu Aceh Besar.

Kajati Aceh melalui Kasipenkum Munawal Hadi menjelaskan,  tersangka dilakukan penahanan karena dikhawatirkan melarikan diri atau meghilangkan barang bukti.

“Kita tahan di Lapas Kajhu Aceh selama 20 hari,  bila perlu perpanjangan waktu maka akan diperpanjang sampai pelimpahan ke pengadilan,” ujar Munawal kepada wartawan.

Kasus korupsi di Kemenag Aceh telah menyeret dua orang tersangka, diantaranya HS selaku Direktur Utama PT Supernova, dan Y selaku PPK pada Kemenag Aceh.

Sementara Y belum ditahan, menurut Kasipenkum Y akan segera ditahan setelah penahanan HS. “Kita akan segera lengkapi berkas dan limpahkan ke pengadilan bersama tersangka yang ditahan,”ujarnya lagi.

Sementara itu kuasa hukum tersangka HS, Muslim Muis SH mengaku,  “penahanan terhadap HS  tidak sah, karena menurut analisis hukum kami sampai saat ini belum ada hasil audit kerugian negara yang dihitung BPKP atau BPK,” terangnya kepada wartawan.

Dia mengaku, akan melakukan langkah hukum untuk memperkarakan penahanan kliennya itu, “kita akan koordinasikan dulu sama HS,” ujar kuasa hukum HS.

Sebelumnya proyek tersebut berlangsung pada Tahun Anggaran 2015 dengan nilai kontrak proyek mencapai Rp1,16 miliar dengan pagu anggaran sebesar Rp1,2 miliar dengan sumber dana APBN 2015. Tersangka yang telah ditetapkan berinsial Y selaku PPK pada Kemenag Aceh dan HS selaku Direktur Utama PT Supernova.

Aroma korupsi ini awalnya tercium penyidik berawal dari LHP BPK RI Tahun 2016. Proyek perencanaan Kantor Kanwil Kemenag Aceh senilai Rp1,1 miliar lebih Tahun Anggaran 2015 tidak diyakini kewajarannya.

Temuan BPK itu diketahui dari surat Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Agama Nomor R-5790/SJ/B.IV.4/PS.00/08/2016 yang memerintahkan Kepala Kanwil Kemenag Aceh untuk menindaklanjuti temuan BPK RI No.24B/LHP/XVIII/2016 tanggal 16 Mei 2016.

Dua surat tersebut mengindikasikan ada yang tidak beres terkait pekerjaan perencanaan Kantor Kanwil Kemenag Aceh yang dilaksankan PT Supernova Jaya Mandiri pada 2015.

Perjalanan kasus dugaan korupsi Kemenag Aceh sangat panjang, Kejati Aceh menganggap serius kasus ini, awalnya kasus ini ditangani Kejari Banda Aceh namun kasus tersebut “melempem” tidak ada hasil, diduga ada oknum Kejari yang bermain dalam kasus tersebut. Sehingga Kejati Aceh mengambil alih kasus tersebut.

Bahkan, Kejati Aceh meminta bantu KPK untuk supervisi kasus dugaan korupsi di Kemenag Aceh. Catatan Waspada, pada 6 Mei 2018, pihak KPK datang ke Kantor Kejati Aceh untuk rapat bersama membahas penyelesaian kasus tersebut.

Ketua Tim Korsup KPK Fikri terhadap kasus di Kemenag Aceh, pihaknya mengaku telah mengundang berbagai ahli,  “Alat bukti sudah cukup, tinggal menunggu kerugian negara dari BPKP terhadap kasus ini kita prioritaskan sebelum kita tangani perkara lain karena kasus ini juga ada laporan di KPK.” tegas Ketua Tim Korsup KPK di ruang penyidik Kejati Aceh, turut didampingi Aspidsus Kejati Aceh T Rahmatsyah pada 6 Mei lalu. (CB01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here