Polres Deliserdang Dituding Kriminalisasi Petani

0
77
EMI Lestari di dampingi petani lainnya saat menunjukkan berkas P21 dari Polres Deliserdang
EMI Lestari di dampingi petani lainnya saat menunjukkan berkas P21 dari Polres Deliserdang

MEDAN (Waspada): Petani di Desa Lau Barus Baru Kec. STM Hilir merasa dikriminalisasi oleh Polres Deliserdang. Laporan petani terkait penganiayaan dan pengrusakan oleh oknum aparat dan orang suruhan PTPN II tidak pernah dirindaklanjuti.

Hal itu dikatakan Agus Tarigan, Rabu (8/8), salah seorang petani Desa Lau Barus. Agus mengaku heran dengan sikap Polres Deliserdang yang terus melanjutkan proses hukum terhadap para petani. Sementara laporan petani soal penganiayaan terhadap petani saat ini belum juga dirindaklanjuti.

Katanya, Polres terkesan lebih berpihak kepada para pemilik modal ketimbang petani yang memang sedang memperjuangkan hak nya untuk menyambung hidup dan membiayai kehidupan keluarga. “Petani itu melawan karena mempertahankan hak nya, kalau mereka tidak diganggu cari makannya, tentu tidak akan sampai ada keributan antara petani dengan orang suruhan PTPN II, ” tandasnya.

Menurut Agus, saat ini PTPN masih saja ngotot bahwa lahan yang saat ini diusahai warga adalah tanah mereka. Padahal Badan Pertanahan Nasional (BPN) Deliserdang sudah mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa lahan tersebut diluar HGU PTPN II. “Artinya tanah tersebut bukan punya PTPN II, tapi mengapa sampai saat ini mereka menggunakan cara cara kekerasan untuk mengusir petani,” tandasnya.

Sementara itu, Emi Lestari salah seorang petani yang dilaporkan ke Polres Deliserdang kini berkas laporannya sudah P21 yang artinya berkasnya sudah dilimpahkan ke Jaksa dan akan segera disidangkan. Menurut Emi, dirinya merasa tidak pernah merusak tanaman PTPN II, dan dirinya hanya berupaya mempertahankan apa yang menjadi hak nya.

Emi mengaku pasrah jika memang akhirnya nanti bakal di penjara. Katanya, jika memang aparat penegakan hukum kita saat ini berpihak dan tajam ke bawah tumpul ke atas, maka biarlah tuhan menghukum para aparat yang tidak berpihak pada rakyat kecil.

Emi tetap berharap agar keadilan terus ditegakkan tanpa pandang bulu. “Jika memang harus dihukum ya hukum saja, tapi tolonglah hukum juga mereka mereka yang telah merusak tanaman kami dan menganiaya para petani,” tandasnya. (Crds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here