Sejumlah Daerah Bayar Tunjangan Guru Pakai Selisih Anggaran

0

JAKARTA (Waspada): Sejumlah daerah tidak lagi menerima transfer untuk tunjangan guru. Hal itu karena daerah tersebut terbukti memiliki sisa dana tunjangan guru di masing-masing rekening kas daerahnya. Para guru pun dibayar dari selisih penggunaan anggaran (silpa).

“Penghentian tersebut direkomendasikan bagi Pemda yang memiliki sisa dana tunjangan guru di rekening kas daerah yang masih mencukupi untuk pembayaran tunjangan guru sampai akhir tahun ini.  Jadi tunjangan guru akan tetap dibayar  melalui dana sisa yang sudah ada di masing-masing daerah,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Didik Suhardi dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (9/8).

Seluruh tunjangan yang biasa diterima guru tersebut dihentikan mulai dari kuartal I dan II 2018.

Beberapa jenis tunjangan guru yang dihentikan adalah Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Khusus Guru (TKG), serta Dana Penghasilan Tambahan Guru (Tamsil). Rekomendasi penghentian penyaluran tersebut, didasarkan atas hasil rekonsiliasi tiga pihak yaitu Kemendikbud, Kemenkeu dan Pemda.

Dalam surat rekomendasi penghentian bernomor 44471/A.A1.1/PR/2018 yang diajukan Kemendikbud kepada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan disebutkan beberapa daerah yang masih memiliki dana silpa untuk membayar tiga jenis  tunjangan guru  di antaranya Kabupaten Kalmana (Papua Barat), Kabupaten Maluku Barat Daya (Maluku), dan Kabupaten Yahukimo (Papua) untuk rekomendasi penghentian transfer TPG Semester I tahun 2018.
Adapun pemerintah daerah yang TKG-nya direkomendasikan dihentikan di antaranya yaitu Kabupaten Jember (Jawa Timur), Kabupaten Karawang (Jawa Barat), Kabupaten Indragiri Hulu (Riau), Kabupaten Tabalong (Kalimantan Selatan), dan Kabupaten Merangin (Jambi).

Sementara beberapa daerah yang tidak akan mendapatkan transfer tunjangan Tamsil di antaranya yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Indramayu (Jawa Barat), Kabupaten Kudus dan Kendal (Jawa Tengah), Kabupaten Madiun, Jember, dan Sumenep (Jawa Timur), dan Kota Padang Panjang (Sumatera Barat)

Meski Kemenkeu menghentikan dana tunjangan untuk guru, Dirjen Guru dan Tenaga Kepedidikan Kemendikbud Supriano meminta guru-guru tidak perlu khawatir. Karena sebetulnya Kemenkeu hanya menghentikan transfer dana ke kas daerah, bukan ke rekening guru.

“Guru tetap akan mendapatkan hak-haknya karena dana mengendap (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran/Silpa) yang ada di daerah masih cukup untuk membayarkan tunjangan guru sampai satu tahun ke depan,” ujar Supriano di Jakarta, Kamis (9/8)

Penghentian transfer dana dari Kemenkeu ke kas daerah semata-mata untuk mencegah agar tidak terjadi kelebihan dana di dalam kas masing-masing daerah.(dianw/C).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here