IDAI Sumut: Belum Pernah Ada Anak Meninggal Pasca Imunisasi

0

MEDAN (Waspada): Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumut Prof. Munar Lubis, SpA (K), menyebutkan belum pernah ada laporan kasus anak yang meninggal pasca imunisasi. Sebab, reaksi suntikan imunisasi itu biasanya empat hari setelah suntikan, baru demam.

Ketua IDAI Sumut Munar Lubis, mengatakan itu kepada Waspada, Rabu (15/8), terkait dengan pemberitaan anak yang meninggal di Kab. Labuhanbatu Utara (Labura) pasca dilakukannya imunisasi.

Maruar, menduga anak tersebut sedang sakit saat divaksin Measles Ru bella (MR). “Belum pernah ada laporan kasus meninggal pasca imunisasi. Sebab, reaksi suntikan imunisasi itu biasanya 4 hari setelah suntikan, baru demam.

Bukan begitu disuntik langsung demam. Dalam kasus di Labura itu, mungkin si anak memang sakit, dan yang menyuntiknya tidak tahu anak sedang sakit,” kata Munar. Dia mengakui, memang ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

KIPI itu bermacam-macam, mulai dari bekas suntikan itu memerah, bengkak hingga demam. “Namun, belum pernah ada laporan si anak meninggal akibat divaksin imunisasi. Saya belum mendapat laporan di Labura itu,” ungkapnya.

Dia menegaskan, anak yang sedang sakit tidak boleh diimunisasi. Dirinya menyarankan, anak boleh divaksin dua minggu setelah sembuh dari penyakitnya. “Kalau saya biasanya tunggu dua minggu setelah sembuh baru divaksin, karena kita tidak tahu penyakitnyakan.  Apalagi saat ini yang melakukan vaksin kepada anak adalah juru imunisasi. Dia tidak tahu itu, sakit apa si anak itu,” tegasnya.

Dia menduga, juru suntik imunisasi hanya diajari cara menyuntik saja, sedangkan ilmu penyakitnya mungkin tidak diajari. Juru imunisasi itu dibina oleh Puskesmas. Dia menyarankan, jika para juru imunisasi ini ragu ketika mau menyuntik, karena si anak sedang sakit atau baru sakit, maka sebaiknya dikonsultasikan dulu ke dokter. “Jangan hanya mengejar target, disuntik aja, padahal anak sedang sakit atau baru sembuh dari sakit,” tambahnya

Tunggu penyelidikan

Sedangkan Kepala Seksi (Kasi) Imunisasi Dinkes Sumut Suhadi, mengaku sudah mendapatkan laporan kasus anak yang meninggal di Asahan. “Masih info lisan dari kabupaten,” katanya.

Begitupun, kata Suhadi, pihaknya belum bisa memastikan penyebab anak itu meninggal. “Nanti akan ada klarifikasi setelah ada hasil dari tim ahli (Komda KIPI). Prosedurnya dari Pokja KIPI Labura, atau diserahkan ke Komda KIPI, tergantung hasil kesepakatan setelah dilakukan penyelidikan dan analis tim,” tambahnya.

Sebelumnya, Syahril Abawi warga Lingkungan XII Kuala Kel. Aekkanopan Timur Kec. Kualuh Hulu Kab. Labura, meninggal pasca imunisasi MR pada 1 Agustus 2018. Sebelum disuntik, Syahril tampak berkeringat, namun tetap disuntik vaksin MR. (h02/B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here