Jalan Menuju Tiga Desa Terpencil Tapsel Longsor

0
BUPATI Tapsel Syahrul M. Pasaribu meninjau jalan longsor menuju desa terpencil di Kec. Angkola Selatan. (Waspada/Sukri Falah Harahap/B)
BUPATI Tapsel Syahrul M. Pasaribu meninjau jalan longsor menuju desa terpencil di Kec. Angkola Selatan. (Waspada/Sukri Falah Harahap/B)

TAPSEL (Waspada): Badan jalan sepanjang 100 meter menuju Desa Mosa Jae, Mosa Julu dan Gunung Baringin di Kec. Angkola Selatan, Kab. Tapanuli Selatan, longsor separoh diterjang air Sungai Aek Mosa.
“Jalan ini kita hotmix tahun lalu, bertujuan membuka keterisoliran kawasan terpencil di Angkola Selatan. Akibat faktor alam, longsor dan sulit dilalui,” kata Bupati Tapsel Syahrul M. Pasaribu saat meninjau lokasi, Rabu (15/8) sore.
Dijelaskannya, air yang sering meluap membuat alur Sungai Aek Mosa berpindah dari posisi semula menuju jalan yang setiap hari dilalui seratusan warga itu.
Kemudian air sungai menerjang tebing bawah badan jalan, sehingga longsor dan hanyut. Agar aman melintas, kendaraan roda empat harus melewati beram jalan dan kebun warga.
Dalam pertemuan dengan masyarakat Mosa Jae, Mosa Julu dan Gunung Baringin, Bupati Tapsel menginstruksikan Kepala Dinas PU beserta jajarannya untuk segera memperbaiki jalan yang longsor.
“Jangan sampai aktivitas masyarakat terganggu dalam waktu lama. Paling lambat Desember, jalan ini sudah harus tuntas diperbaiki,” perintah Syahrul.
Kepada masyarakatnya, Bupati minta sama-sama menjaga hutan di hulu sungai. Awasi dari segala bentuk perambahan, karena bila turun hujan lebat akan mengakibatkan bencana kerusakan bahkan korban jiwa.
Kepala Dusun Palang, Marahotman Harahap, mewakili warga mengucapkan terimakasih atas perhatian dan bangunan jalan yang dialokasikan Bupati untuk ribuan jiwa warga di kawasan itu.
“Selama ini kami terpencil dan terisolir. Di kawasan Bukit Barisan ini kami ada ribuan jiwa, terdiri dari suku Batak, Nias dan Jawa. Puluhan tahun tak mendapat perhatian, membuat kami tertinggal,” jelasnya.
Setelah kepemimpinan Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu, secara perlahan kurun waktu tujuh tahun ini mereka mulai merasakan kemerdekaan. Jalan 25 km dibangun dan sebagian sudah dihotmix serta dipasang lampu jalan.
“Akibat faktor alam, jalan rusak diterjang air sungai. Terimakasih pak bupati, karena sangat peduli dan bertindak cepat untuk mengatasi masalah kami di kampung terpencil ini,” katanya.(a27/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here