Oknum Polisi Penista Agama Positif Narkoba Dan Diajukan PTDH

0
TOKOH masyarakat dan agama melihat langsung tersangka pelecehan terhadap Nabi Muhammad, Aipda SP dalam sel tahanan Propam Polres Asahan. Waspada/Bustami CP
TOKOH masyarakat dan agama melihat langsung tersangka pelecehan terhadap Nabi Muhammad, Aipda SP dalam sel tahanan Propam Polres Asahan. Waspada/Bustami CP

KISARAN (Waspada): Diduga menghina Nabi Muhammad SAW melalui media sosial facebook, seorang oknum Polres Asahan ditahan, dan menjalani proses hukum, serta diajukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari anggota Polri.

Informasi dihimpun, Kamis (23/8), oknum Polri bertugas di Sat Sabhara Polres Asahan inisial Aipda SP, membuat status di dinding facebook yang bernada menghina Nabi Muhammad, namun tulisan itu dihapus.

Selanjutnya di dinding facebook SP menuliskan permintaan maaf, dengan alasan akun FB miliknya dihack oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Sebelumnya saya minta maaf kepada seluruh masyarakat karena postingan sebelumnya FB saya dihack, saya tidak tahu,” tulis SP dalam status FB.

Kapolres Asahan AKBP Yemi Mandagi melalui pesan WA menuturkan memohon maaf, SP sudah diamankan dan akan diproses secara hukum.

Kapolres juga berharap bisa menjaga kondusif di Asahan. “Mohon maaf pada rekan-rekan ulah anggota kami. Yang bersangkutan sudah kami proses, baik pidana dan kode etik. Saat ini sudah ditahan. Kami akan tindak tegas dan tanpa pandang bulu,” tutur Kapolres.

Bertemu Tokoh Agama

Sedangkan Jumat (24/8), Polres Asahan dipimpin Waka Polres Kompol Bernard Panjaitan melakukan pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan agama terkait kasus ini, di Aula Wira Satya Polres Asahan.

Ketua Forum Kerukunan Umat Baragama Asahan Humaidy S Pane mengapresiasi Polres Asahan dengan cepat menindaklanjuti masalah ini dengan menahan dan memproses tersangka, sehingga bisa menjaga Kamtibmas di Asahan.

“Kita serahkan permasalahan ini melalui proses hukum. Polres Asahan tentunya akan mengusut tuntas masalah ini,” ujar Humaidi.

Sama halnya dengan Komisi Fatwa MUI Kab. Asahan Numan Adham yang mengatakan, pihaknya akan mengawal proses kasus ini hingga tuntas.

Kapolres Asahan AKBP Yemi Mandagi melalui Kabag Humas AKP Patar Manurung dalam siaran persnya, Jumat (24/8) menjelaskan, dengan tegas Kapolres Asahan tidak ada ampun bagi anggota yang melakukan pelanggaran hukum, seperti dilakukan Aipda SP, atas perbuatan pelecehan agama, atas perbuatannya diancam dengan hukuman pidana 5 tahun penjara.

“Selanjutnya Aipda SP test urine, dan positif narkoba. Dan akan dilakukan proses hukum terkait penyalahgunaan narkoba,” kata Manurung.

Manurung menuturkan, Kapolres Asahan mengusulkan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada Kapolri terhadap Aipda SP, karena dinilai sudah tidak layak lagi bekerja sebagai anggota Polri atas perbuatan tercela dilakukannya. (a15/a31)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here