Berprinsip ‘Everybody Happy’, MBS Hidupkan Dunia Kreatif Di Medan

0
MEDAN Blues Society (MBS) usai menggelar konser bersama band lainnya di acara Charity Concert For Lombok Jumat (24/8) malam di Jalan Dr Mansur Medan
MEDAN Blues Society (MBS) usai menggelar konser bersama band lainnya di acara Charity Concert For Lombok Jumat (24/8) malam di Jalan Dr Mansur Medan

Medan Blues Society (MBS) sebagai komunitas musik yang paling aktif bergerak di Medan dalam kurun waktu 2011 sampai sekarang menjadi satu-satunya komunitas memiliki akses ke banyak kalangan pergaulan, tidak hanya terlibat di event-event musik, MBS kerap terlibat atau pun dilibatkan dalam acara lain seperti diskusi sastra, launching buku, event charity sampai peresmian club otomotif.

Hal yang kelihatannya seperti tidak nyambung dan agak kontra namun benar terjadi seperti diutarakan Beng Handoko pentola MBS ini saat bertemu Waspada menyatakan, para pengurus MBS memang sengaja tidak pernah membatasi lingkup pergaulan dan orientasi dalam bergerak dan bersosialisasi.

Juga bahwa anggota MBS nyatanya secara personal banyak terlibat sebagai penggiat di banyak bidang lain di luar musik, menjadikan MBS semakin kaya akan aset pergaulan dan pertemanan.

Salah satu motto MBS memang tidak akan pernah menolak undangan dari pihak manapun dan dalam acara apapun untuk dilibatkan, selama acara tersebut bisa memberi dampak positif untuk semuanya.

Meskipun punya kebijakan bisnis dan nominal yang jelas dalam surat kontrak kerjasama dengan sponsor di event musik tertentu.

Lain halnya dengan acara yang bersifat charity dan edukasi, MBS dengan tangan terbuka bersedia dilibatkan tanpa syarat.

Inilah salah satu hal lain lagi yang unik dan patut dicontoh dari sebuah komunitas bermusik, Karena menurut MBS ‘kita mungkin akan menghabiskan waktu beberapa jam dalam sehari untuk bermain musik, namun sudah pasti kita akan lebih banyak menghabiskan waktu kita untuk bergaul dan bersosialisasi dengan orang lain’.

Sebagai satu-satunya komunitas musik yang memiliki anggota dari bermacam profesi, MBS terus bertekad akan bergerak menggali potensi bermusik anggotanya dan menumbuhkan rasa solidaritas secara bersama-sama mencoba menghidupkan suasana yang nyaman dalam dunia kreatif di Medan.

Menurut Beng Handoko, MBS selalu berkomitmen dan tetap mengedepankan prinsip ‘Everybody Happy’.. maksud nya apapun yang dilakukan MBS akan selalu berusaha agar semua pihak yang terlibat dalam event MBS ataupun pihak klien yang berbisnis dengan sama-sama menguntungkan, tepatnya seperti ‘Simbiosis Mutualisme’.

Rasa kepedulian sosial juga menjadi hal penting bagi pergerakan MBS, saling membantu sesama anggota dalam hal apapun baik’ urusan musik atau juga kehidupan sehari-hari.

MBS selalu ingin kembali merasakan iklim dan suasana bermusiknya kota Medan di era 70an dan 90an, dimana musik-musik yang hadir serta dimainkan didominasi musik ‘roots’ dan para pelaku musiknya tidak se individualis seperti jaman sekarang.

Sebagai perbandingan saat di backstage di sebuah event musik di tahun 90an bisa dipastikan akan sulit menemukan kubu dari band tertentu karena biasanya semua talent akan berkumpul membentuk lingkaran besar dan saling bercengkrama antara band yang satu dengan lainnya.

Hal ini tak lagi dapat terlihat di backstage event musik era sekarang, yang terlihat jelas ada ‘gap’ dan egoisme yang tinggi dan kurangnya rasa persaudaraan, dimana band yang satu tidak membaur dengan band lain nya, masing-masing memilih pojok dan teritorial sendiri di belakang panggung dan kadang tak saling menyapa apalagi bercanda, begitu kata Beng Handoko dengan nada prihatin. t.junaidi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here