Charity Concert For Lombok, Musisi Gaek Turun Gunung Galang Dana

0
ERUCAKRA Mahameru bersama C Man Band juga turut ambil bagian menampilkan sentuhan Jazz Rock menjadi cir khas band yang pernah manggung di ajang Java Jazz serta Korean Jazz tampil agresif cukup menyita perhatian pengunjung. Waspada/t. junaidi
ERUCAKRA Mahameru bersama C Man Band juga turut ambil bagian menampilkan sentuhan Jazz Rock menjadi cir khas band yang pernah manggung di ajang Java Jazz serta Korean Jazz tampil agresif cukup menyita perhatian pengunjung. Waspada/t. junaidi

Musisi Medan kembali menunjukkan peduliannya terhadap saudaranya yang lagi ditimpa bencana gempa. Kali ini Jon Taxman bersama Adam Alkaff (Val Halla), Sandy-Cyber Funk juga mantan vokalis band Morbit serta Said Van Husein Vokalis dan gitaris Produksi Dendam menggelar konser penggalangan dana di Ben’s Cafe Jumat (24/8).

Charity Concert For Lombok From Medan With Love menampilkan band-band ternama kota Medan diantaranya Coconut Head, Erucakra and C Man Band, Fingerprint, Muntah Kawat, Trooper, Valhalla, Sunset Bluesbite, Medan Blues Society, Produksi Dendam, SS Cyber Punk, Mahameru dan Tax Man.

Konser digelar karena masih segar dalam ingatan betapa dahsyatnya gempa mengguncang Lombok dan sebagian daerah di Bali dan sekitarnya. Kehancuran bangunan dan korban jiwa menyisakan kepedihan bagi bangsa ini.

Kepedulian sosial dan empati muncul hampir serempak di seluruh tanah air, semua kalangan menggelar acara pengumpulan dana membantu para korban tak terkecuali para musisi termasuk juga para anak band seniornya merasa wajib turun gunung bersama rekannya mensukseskan event ini.

Semuanya tentu saja tampil dengan kualitas yang sempurna dan tak perlu diragukan lagi, mengingat band-band tersebut sudah punya jam terbang yang sangat baik dan bisa dikatakan cukup senior dari segi pengalaman manggung.

Pengumpulan dana sukarela dari pengunjung juga lelang motor dari komunitas motor builder yang hasil lelangannya sebagian disumbangkan untuk korban gempa Lombok.

Satu hal yang menarik dari gelaran event tersebut adalah selipan agenda reuni untuk band-band yang sebagian besar juga sudah cukup lama tidak bertemu. Dapat dimaklumi karena band-band yang tampil sejatinya adalah bintang panggung musik Medan era 90an.

Mereka menyajikan musik-musik berkualitas tak pelak membuat semua pengunjung larut dan menikmati serta ikut bernyanyi sambil bergoyang di tempat, mengikuti lagu yang mengalun dengan apik dan terasa cukup variatif dalam hal genre musik mulai jazz, reggae, metal, punk, rock, trash, blues, pop menjadikan acara penggalangan dana kali ini menjadi event spesial.

Event tersebut sekaligus menjadi pembuktian bahwa rasa solidaritas dan kemanusiaan masih terjaga dengan baik di bumi Pertiwi Indonesia tercinta tak terkecuali di kalangan musisi kota Medan tentunya. (m19)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here