Kemenpar Lantik Forum Jurnalis Pariwisata Danau Toba

0
SEKRETARIS Kementrian Pariwisata (Sekpar) Ukus Kuswara saat melantik jurnalis Forlispar Sumut. Waspada/Ist
SEKRETARIS Kementrian Pariwisata (Sekpar) Ukus Kuswara saat melantik jurnalis Forlispar Sumut. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Sekertaris Kementrian Pariwisata Ukus Kuswara melantik Dewan Penasehat dan Pengurus Forum Jurnalis Pariwisata (Forlispar) Danau Toba di Hotel JW Marriott Medan, Kamis (6/9/2018) malam. Forlispar menjadi komunitas jurnalis yang peduli akan pariwisata di Sumut.

Pada kesempatan itu, Prayugo Utomo dilantik untuk mengisi jabatan ketua. Selain Prayugo, puluhan jurnalis lainnya juga dilantik mengisi beberapa jabatan kepengurusan.

Dalam sambutanya Ukus Kuswara mengapresiasi langkah yang diambil para jurnalis. Karena jurnalis memegang peran penting untuk pembangunan pariwisata.

Dia mengatakan keindahan Danau Toba sangat luar biasa, karenanya perlu untuk terus di dorong agar pembangunananya lebih baik lagi. Kehadiran Forlispar ini tentunya akan memberikan transfer informasi dan masukan bahwa keindahan Indonesia itu ril.

“Melalui forum ini mari kita saling ber sinergi untuk saling berbagi informasi, menyerap dan memperkuat konsep yang untuk mempercepat pertumbuhan pengembangan Danau Toba,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo Forlispar Danau Toba dapat bersinergi membantu mengangkat kepariwisataan Sumatera Utara (Sumut), khususnya kawasan Danau Toba.

“Diharapkan pemilihan angle jurnalis dalam pembuatan berita, dapat memberikan feed back atau nilai terbaik bagi perkembangan pariwisata di Sumatera Utara, khususnya Danau Toba,” ungkapnya.

Selain itu, Arie juga berharap agar Forlispar bersama dengan BOPDT, pemerintah dan masyarakat bisa bersama-sama mengembangkan pariwisata. Bukan hanya eventnya, namun juga perekonomian seperti investasi juga infrastruktur.

“Sehingga rakyat bangga, dan kedepannya Danau Toba menjadi destinasi terbaik pilihan wisatawan,” ucap dia.

Ditambahkan Arie Prasetyo dalam meningkatkan pariwisata kawasan Danau Toba sudah cukup banyak yang dilakukan. Selain pembangunan Bandara Silangit, juga akan dibuka penerbangan internasional langsung ke Silangit melalui penerbangan berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC).

“Sebenarnya penerbangan internasional sudah dimulai oleh PT Malindo dengan penerbangan 4 kali seminggu dari Bandara Subang-Kuala Lumpur-Silangit. Dan nanti Oktober akan masuk lagi Air Asia dengan rute Kuala Lumpur-Silangit,” ucapnya.

Peningkatan layanan LCC ini, sambungnya, dilakukan lantaran sekitar 75 hingga 80 persen wisatawan yang datang melalui jalur udara. Karenanya, peningkatan LCC akan digenjot. Selain menambah jumlah penerbangan, dilakukan juga peningkatan destinasi wisata. Atraksi di sekitar kawasan Danau Toba juga harus ditingkatkan.

“Tidak hanya atraksi di Parapat dan Samosir saja, namun juga atraksi di destinasi lain kawasan Danau Toba, bisa di Balige juga Bakkara,” ungkap dia.

Selain itu, lanjut Arie, akan ditingkatkan juga sistem informasi di kawasan Danau Toba. Sehingga bisa meningkatkan waktu kunjung wisatawan.

“Jadi kalau selama ini di Hutaginjang wisatawan hanya melihat view (pemandangan), foto-foto yang hanya dalam 10 menit saja, tapi jika dilengkapi dengan penyampaian informasi, tentang wilayah Parapat, Balige atau lainnya, maka akan semakin tertarik wisatawan,” jelasnya.

Menurut Arie, kini pelan-pelan infrastruktur sudah berjalan dengan baik, untuk itu diharapkan masyarakat juga ikut bergerak. Sehingga investasi semakin baik. Kini juga sedang dipersiapkan beberapa putra daerah untuk dapat meneruskan pendidikan pariwisata ke Bandung. Sehingga nantinya, diharapkan semakin banyak guide-guide lokal.

Karena bagian dari pariwisata itu bukan hanya melihat yang cantik, tapi juga kesan. Dengan kesan yang baik, maka wisatawan.

Dalam melaksanakan tugasnya, Prayugo dibantu oleh enam orang penasehat, yakni Harizal, Mei Leandha, Apriandi Gunawan, Agus Supratman, Fhandi, dan Puji Santoso.

Ketua terpilih, Prayugo Utomo mengatakan forum jurnalis ini dibentuk berkat kesepakatan dari kawan-kawan yang selama ini fokus pada peliputan pariwisata. Di dalam kepengurusan ada berbagai media. Mulai dari media nasional, baik cetak, online, radio maupun online.

“Di dalam forum yang kami himpun, terdapat kawan-kawan jurnalis yang perhatian dengan pariwisata di Sumatera Utara,” tuturnya.

Melalui forum ini, Yugo sapaan akrabnya akan terus berupaya, memberikan informasi-informasi seputar pariwisata. Sehingga Danau Toba yang masuk dalam salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) bisa semakin diminati wisatawan.

“Promosi pariwisata juga tidak terlepas dari kritik. Pastinya kami sebagai jurnalis, selain mempromosikan pariwisata, kami juga tetap melaksanakan tugas kami sebagai lembaga kritik. Pun begitu, kritik yang kami lakukan untuk membangun pariwisata,” tandasnya. (Cru)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here