Pendiri Kota Medan Tak Punya Tanah

0

Oleh Mitar Pelawi, SH, MM.

Medan telah menjadi kota terbesar ke tiga di Indonesia, dengan penduduk jutaan jiwa. Tapi hampir semua warganya tidak mengetahui asal usul kota Medan, dan nama Guru Patimpus Sembiring Pelawi sebagai pendiri Medan dilupakan.

Berdasarkan hasil penelitian tim penyusun sejarah Kota Medan yang dipimpin oleh Prof Mahadi dkk, pada tahun 1972, Medan didirikan tanggal 1 Juli 1590 oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Karena itu Pemerintah Kota Medan beserta DPRD Kota Medan telah menetapkan hari jadi Kota Medan pada tanggal 1 Juli 1590, dan untuk mengenang sejarah sang founding father Pendiri Kota Medan, pemerintah telah membangun Patung Pendiri Kota Medan Guru Patimpus Sembiring Pelawi di daerah Petisah Medan.

Anehnya, Guru Patimpus Sembiring Pelawi, yang lahir di Desa Ajijahe Tanah Karo pada tahun 1540, hingga akhir hayatnya tidak memiliki tanah warisan kepada anak cucunya. Bahkan tanah makamnya ukuran dua kali tiga meter, di Desa Lama Kec.Hamparanperak, terletak di lingkungan tanah orang lain. Dan yang anehnya lagi, jalan menuju desa Lama tempat makam pendiri Kota Medan tersebut, diberi nama Jalan Keramat.

Padahal makamnya hanya gundukan tanah yang tidak terurus dan kurang layak sebagai makam seorang founding father pendiri kota Medan. Bahkan jalan dari jalan raya ke Makamnya berjarak lebih kurang 100 meter harus melewati lahan milik orang lain.

Guru Patimpus Sembiring Pelawi adalah sosok pria perkasa yang berjiwa petualang dan pengembara yang menjalankan visi kemanusiannya untuk mengobati orang-orang sakit dari satu tempat ke tempat lain melintasi hutan belantara mulai dari dataran Tinggi Karo sampai dengan Tanah Deli. Pada setiap tempat yang dijalani dia telah mendirikan pemukiman yang menjadi desa tempat tinggal orang lain, sehingga Guru Patimpus Sembiring Pelawi juga dikenal sebagai pendiri sepuluh dua kuta atau pendiri dua belas desa mulai dari yang pertama didirikan adalah Desa Perbaji di kaki Gunung Sinabung Tanah Karo sampai dengan yang terakhir Medan.

Keteladanan Guru Patimpus Sembiring Pelawi, yang diwariskan kepada anak cucunya bukan untuk menguasai tanah yang luas sebagai harta warisan, melainkan merintis dan mendirikan desa untuk dapat menjadi tempat tinggal orang banyak, dengan pemerintahan sendiri karena pada waktu itu belum ada pemerintahan Indonesia dan Belanda juga belum masuk ke Sumatera.

Keteladanan ini diikuti oleh keturunannya mulai dari, anak pertamanya yang lahir di Desa Ajijahe Tanah Karo dari istrinya Beru Sinuhaji. Namanya Bagelit Sembiring Pelawi yang mendirikan Desa Sukapiring dan keturunannya menjadi Raja Urung Datuq Sukapiring, dan anak dari istri keduanya yang juga beru Sinuhaji di Desa Ajijahe namanya Jenda Sembiring Pelawi, yang menjadi Raja Ajijahe.

Kemudian dari istri ke tiga beru Bangun di Desa Perbaji, lahir anaknya yang pertama diberi nama Aji Sembiring Pelawi, yang menjadi Raja di Desa di Perbaji, dan anaknya yang kedua diberi nama Raja Kita Sembiring Pelawi yang menjadi Raja di Desa Durin Kerajaan di Langkat. Sedangkan istri keempat beru Tarigan putri dari Raja Pulo Berayan dikaruniai dua orang anak laki laki yang diberi nama si Kolok Sembiring Pelawi dan si Kecik Sembiring Pelawi. Setelah mereka mendapat penidikan agama Islam namanya diubah lagi menjadi Hafiz Tua Sembiring Pelawi dan Hafiz Muda Sembiring Pelawi yang menjadi Raja Urung sepuluh dua kuta, atau dua belas Desa. Sedangkan Hafiz Tua Sembiring Pelawi tidak memunyai keturunan.

Kini Medan telah berkembang menjadi kota terbesar ke tiga di Indonesia, dengan penduduk jutaan jiwa yang terdiri dari berbagai etnis. Tapi hampir semua warganya tidak mengetahui asal usul berdirinya kota Medan, dan nama Guru Patimpus Sembiring Pelawi sebagai pendiri Medan dilupakan. Karena patung Guru Patimpus Sembiring Pelawi di Petisah Medan, dianggap masyarakat hanyalah sebuah patung untuk memperindah Kota Medan saja.

Padahal sudah semestinya Pemerintah membangun Makam Pendiri Kota Medan Guru Patimpus Sembiring Pelawi, dan sekaligus dijadikan sebagai Museum Sejarah Kota Medan yang dapat menjadi objek Wisata Sejarah Kota Medan sehingga masyarakat tau asal usul Kota Medan, untuk membangun Makam Pendiri Kota Medan Guru Patimpus Sembiring Pelawi, di Desa Lama Kecamatan Hamparanperak Kab.Deli Serdang.

Saat ini telah diupayakan oleh keturunan Guru Patimpus Sembiring Pelawi dari Karo dan Melayu. Harapannya agar kiranya dengan dilantiknya pak Edy sebagai Gubernur Provinsi Sumatera Utara, dan pak Musa sebagai Wkl Gubernur Sumatera Utara, dapat membantu mewujudkan pembangunan makam dan museum pendiri kota Medan.

Penulis adalah Keturunan Langsung Guru Patimpus Sembiring Pelawi, Salah Satu Pendiri Menwa Sumatera Utara, Mantan Kepala Staf Resimen Mahasisiwa Sumatera Utara Pertama, Mantan Wakil Ketua DPD KNPI Tkt I Sumatera Utara, Mantan Wakil Ketua DPD AMPI Tkt I Sumatera Utara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here