FPI Minta Poldasu Tindak Tegas Bandar Narkoba Dan Tempat Maksiat

0

MEDAN (Waspada): Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumut Sayed Hud Alatas meminta Kepolisian Daerah Sumut (Poldasu) untuk cepat menangkap bandar narkoba di Sumut serta menindak tegas tempat maksiat yang dijadikan penyalur barang haram itu.

Hal itu disampaikannya kepada Waspada Kamis (14/9). Dia mengatakan itu karena keprihatinannya, melihat kondisi masyarakat dan generasi muda Sumut yang terjebak narkoba. Hampir setiap hari banyak pengaduan masyarakat ke FPI Sumut, terkait barang haram itu.

Menurut Sayed Hud Alatas saat ini pihak kepolisian lebih banyak menangkap para pengedar skala kecil, yang dampaknya tidak begitu terasa, ia juga menjelaskan peredaran narkoba juga banyak terjadi lewat pusat hiburan malam, terutama yang tidak memiliki izin. Heranya pemerintah membiarkan tempat itu berdiri bahkan berada di dekat lingkungan sekolah.

“Seperti tempat hiburan malam Barcelona yang berada dekat sekolah Islam, izinnya juga masih dipertanyakan. Lalu masih banyak lagi tempat maksiat yang dibiar biarkan hingga bisnis narkoba tumbuh subur,” ujarnya.

Dikatakan Sayed Hud Alatas saat ini sasaran utama para pengedar narkoba adalah tempat hiburan malam. “Sejauh ini upaya pihak kepolisian belum maksimal menertibkan tempat hiburan malam. Masih tebang pilih. Sementara generasi muda sudah banyak yang rusak karena narkoba. Jika dibutuhkan kami siap bekerjasama,” ujarnya.

Dari pengamatan Sayed Hud Alatas, saat ini sasaran empuk pengedar narkoba adalah para siswa SMP dan SMA, karenanya kinerja polisi harus lebih maksimal menumpasnya.

“Terutama di pintu-pintu masuk perbatasan yang jadi lokasi strategis mereka memasok barang haram itu, seperti pesisir pantai dan jalur perbatasan provinsi Aceh. Begitu juga polisi harus tegas membidik bandar narkoba yang kerap menjalankan bisnisnya diperumahan elit hingga jarang tersentuh aparat kepolisian” pungkasnya.

Sayed Hud berharap kinerja baik Kapolda yang baru yakni Irjen Pol Agus Andrianto menular juga pada pemberantasan narkoba. Mengingat pada 100 hari masa kerjanya sudah banyak hal yang dilakukannya untuk Sumut diantaranya membantu menertibkan papan reklame di zona terlarang, melakukan penertiban Pasar Sukaramai hingga melakukan pencopotan kepada Kasat Polair karena kinerjanya buruk.

“Saya mengapresiasi kinerja Irjen Pol Agus Andrianto yang langsung action mendengarkan keluhan masyarakat. Semoga pada pemberantasan narkoba juga seperti itu, karena sudah banyak generasi bangsa rusak karena narkoba,” harapnya. (Cru)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here