Bupati Aceh Barat: Keraskan Suara Azan

0
Bupati Aceh Barat H Ramli MS saat memberikan keterangan terkait instruksi membesarkan volume azan di seluruh kecamatan di kabupaten ini, Jumat (14/9)/ (Waspada/Dedi Iskandar).

MEULABOH (Waspada): Bupati Aceh Barat H Ramli MS menegaskan, dirinya menginstruksikan kepada seluruh pengurus masjid yang ada di kabupaten itu, untuk mengeraskan suara azan di pengeras suara, saat tiba waktu salat lima waktu.

Hal ini dimaksudkan supaya seluruh umat Islam yang ada di Aceh Barat, dapat melaksanakan dan mengetahui bahwa sudah tiba waktunya salat untuk beribadah.

“Kalau di luar Aceh volume Azan dikecilkan, di Aceh Barat saya intruksikan suara Azan dibesarkan volumenya,” kata Bupati Ramli MS kepada sejumlah wartawan, Jumat (14/9) siang di Meulaboh.

Ia beralasan, tidak ada satu pun pihak yang menetap di Aceh untuk menolak mendengarkan suara azan, termasuk bagi masyarakat yang non muslim yang hidup dan menetap di kabupaten ini.

“Islam ini sangat menghormati pemeluk agama lain, sangat toleransi,” katanya.

Ia menceritakan, saat Rasulullah SAW dulu tiba ke Madinah yang kala itu sebagian besar warga di kawasan ini beragama non muslim, malah sangat menghargai warga yang non muslim, dan aturan itu dikenal dengan Piagam Madinah.

“Dalam Islam jelas, ada ayatnya. Lakum diinukum waliyadin (untukmu agamamu, untukku agamaku), itu sangat jelas,” katanya.

Oleh karena itu, Ramli meminta kepada seluruh pengurus masjid yang ada di kabupaten ini supaya membesarkan volume suara azan, agar masyarakat dapat lebih jelas mendengar suara azan saat tiba waktu ibadah.

Ia meminta masyarakat non muslim agar dapat menghargai kehidupan antarumat beragama di wilayah ini, dengan menjunjung tinggi toleransi.

“Kita sangat berterima kasih kepada semua pihak yang meminta supaya volume azan dikecilkan, sehingga hal ini menjadi perhatian kepada kita umat muslim supaya lebih peka dengan suara azan,” tambahnya

Tak Masalah

Menyangkut dengan keluarnya surat Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengatur tentang volume suara azan di Indonesia, Bupati Aceh Barat H Ramli MS mengatakan, hal tersebut tak ia persoalkan.

Ia memaklumi tindakan Menag yang meneken surat tersebut dan kemungkinan surat itu diteken karena ada tekanan pihak tertentu.

Menurutnya, tak mungki menteri mau meneken surat tersebut apabila tak ada tekanan dari pihak lain.

“Surat tersebut  tak perlu dievaluasi, biarkan saja. Mungkin pihak yang tak senang dengan suara azan, mereka saya kira harus dirukyah,” tutup Ramli disertai tawa awak media. (b01/ded)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here