HMI UINSU Minta Jokowi Mundur

0
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam HMI UINSU saat melakukan aksi unjukrasa di Gedung DPRD Sumut. Waspada/Mursal AI
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam HMI UINSU saat melakukan aksi unjukrasa di Gedung DPRD Sumut. Waspada/Mursal AI

MEDAN (Waspada): Aksi unjukrasa meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur dari jabatannya dilakukan oleh mahasiswa, Kamis (13/9). Aksi hari itu dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), di Gedung DPRD Sumut.

Aksi unjukrasa menuntut Presiden Jokowi, mundur tersebut sempat ricuh. Karena aparat kepolisian tidak memberikan izin seluruh mahasiswa masu ke Gedung DPRD.

Sementara mahasiswa meminta seluruh peserta aksi masuk, untuk melakukan rapat dengan anggota DPRD Sumut. Polisi tidak memberi semua peserta aksi masuk ke gedung dewan, karena khawatir terjadi rusuh.

Mereka hanya meminta perwakilan mahasiswa saja yang bertemu anggota dewan. Tapi pihak mahasiswa tetap bersikukuh agar semuanya masuk ke gedung wakil rakyat tersebut.

Akhirnya sempat terjadi kericuhan dan dorong-dorongan. Salah satu tuntutan pengunjukrasa meminta Jokowi-JK turun dari jabatannya, karena tidak mampu memperbaiki tatanan hidup masyarakat yang lebih layak.

“Hari ini kita dihadapkan pada persoalan yang mirip dengan kondisi saat reformasi terjadi. Di mana nilai tukar rupiah terhadap dolar melambung tinggi, sehingga terjadi krisis moneter,” kata Koordinator aksi M. Najib.

Menurut mereka, pemerintahan Jokowi-JK, yang sudah memasuki tahun keempat nyatanya membuat masyarakat Indonesia berada pada situasi terpuruk sepanjang era demokrasi berjalan. Rezim Jokowi – JK, terbukti tidak mampu dan layak lagi memimpin republik ini.

Mereka juga mengungkapkan, pelemahan rupiah yang terus menerus merupakan bukti serta fakta yang tidak terbantahkan pada level Rp15.000, seharusnya menjadi lampu kuning bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan, serta langkahlangkah strategis untuk memperbaiki masalah perekonomian.

Selanjutnya pengunjukrasa menilai janji pemerintah saat ini hanya omong kosong belaka. Seperti tidak impor beras, buy back Indosat, dan lainnya. Belum lagi persoalan ketimpangan yang melebar, kesejahteraan, KKN, penegakan HAM dan kebebasan berpendapat yang semuanya masih jauh dari arah dan tujuan. “Realitas negara layaknya berjalan mundur.

Citacita bangsa tidak terwujud,” kata M. Najib. Oleh karena itu, HMI Se Kawasan UINSU menyatakan sikap, yakni meminta kepada pemerintah untuk menstabilkan rupiah, perbaiki perekonomian rakyat Indonesia dan turunkan Jokowi – JK, karena tidak mampu memperbaiki tatanan hidup masyarakat yang lebih layak. (h02/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here