Pendapatan Nelayan Kecil Mulai Meningkat

0
Seorang nelayan jaring kepiting menunjukkan hasil tangkapan yang mulai meningkat sejak tidak beroperasinya pukat trawl/sejenisnya.(Waspada/Iwan Has).

TANJUNGTIRAM (Waspada): Pendapatan nelayan berskala kecil (tradisional) di perairan Kuala Batubara, Kec Tanjungtiram dan Talawi sekitar,  akhir – akhir ini meningkat, karena tidak beroperasinya pukat trawl dan pukat tarik sejenisnya diperairan itu.

“Alhamdulillah, pendapatan kami mulai menampakan peningkatan dari biasa, karena tidak adanya pukat trawl/tarik dan sejenisnya beroperasi”,tukas Iwan dan Boiman nelayan jaring kepiting kepada Waspada, Jum’at (14/9) sepulang dari laut di tangkahan Sungai Batubara Desa Mesjid Lama.

Menurutnya, selama pukat terlarang tidak beroperasi, hasil tangkapan mereka meningkat.

“Biasanya kami cuma mendapat 2 kg/hari, kini 7 hingga 10 kg, bahkan15 kg kepiting,”terangnya.

Mereka mengaku bertahun-bertahun mengalami kesulitan mendapatkan hasil tangkapan, bahkan terkadang tidak dapat menutupi belanja operasi/melaut karena kalah bersaing dengan alat tangkap pukat trawl dan sejenisnya.

Ironisnya lagi, di antara pukat terlarang itu beroperasi di area tangkapan mereka, tanpa memikirkan jaring yang dilabuhkan, terutama di saat menjelang malam.

“Beginilah kehidupan kami, rasakan sulitnya tangkapan, karena di gasak pukat tersebut,”ujarnya.

Namun kini tangkapan sudah mulai membaik sejak pukat terlarang tidak beroperasi dalam dua minggu ini, dan diharapkan terumbu karang dan habitat laut yang mengalami kerusakan dapat kembali pulih sebagai tempat berlindung dan berkembangbiaknya ikan.

“ini dapat kita rasakan sekarang jenis ikan yang selama ini ditemukan di tengah laut, kini sudah ada ditemukan  nelayan kecil di pinggir,”tambah Amirsah.

Selama beroperasinya pukat trawl, perekonomian nelayan tradisional sangat terpuruk dan paling banyak mendapatkan 2 kg ikan.

Bahkan tidak beroperasinya pukat trawl dan sejenisnya saat ini tidak hanya berdampak terhadap perekonomian nelayan tradisional, namun pada ekosistem laut. Sebab ikan-ikan mulai banyak di pinggir.

Kendati demikian, nelayan tetap berharap pemerintah mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan mereka sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.

“Ini merupakan hal mendesak untuk dilakukan. Sebab sampai saat ini belum ada kepastian terhadap kondisi nelayan. Walaupun sudah ada aturan yang mengatur soal alat tangkap, tetapi pukat trawl terkadang masih juga ditemukan beroperasi walau tidak ramai seperti biasa,”ujar Umar sembari meminta ketegasan pemerintah terkait permasalahan nelayan mencari solusi terbaik sehingga perekonomian nelayan tidak terganggu.(a13)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here