Penertiban Pedagang Pasar Aksara Ricuh, Empat Orang Masuk Rumah Sakit

0
Pedagang membongkar sendiri lapak jualannya saat penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jl. Aksara Medan, Kamis (13/9). Waspada/Rizky Rayanda/C
Pedagang membongkar sendiri lapak jualannya saat penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jl. Aksara Medan, Kamis (13/9). Waspada/Rizky Rayanda/C

MEDAN (Waspada): Penertiban pedagang kaki lima (PKL) eks Pasar Aksara oleh Satpol PP Kota Medan ricuh, Kamis (13/ 9). Pasalnya, para pedagang yang merupakan korban terbakarnya Plaza Aksara beberapa tahun lalu tidak terima kios tempatnya mencari nafkah dirobohkan.

Pantauan Waspada dilokasi, petugas Satpol PP yang sudah mengepung para pedagang memaksa meski mendapat penolakan. Aksi dorong-dorongan pedagang dan Satpol PP tidak terhindarkan. Akibatnya, 4 orang pedagang diantaranya, 2 laki-laki dan 2 perempuan luka-luka dan terpaksa dilarikan ke RSUD dr Pirngadi Medan.

Sejumlah pedagang mengatakan, kegiatan penertiban tidak sesuai aturan. Petugas Satpol PP saat penertiban melakukan pemukulan terhadap pedagang yang mencoba menghalangi.

“Ada yang diinjak-injak, dipukul. Sampai-sampai ada 4 orang teman kami yang harus dilarikan ke rumah sakit,” kata pedagang. Cara petugas Satpol PP memperlakukan pedagang seperti binatang.

Padahal, pedagang yang mendirikan kios diatas badan jalan merupakan korban. “Macam penjahat kami dibuat, udah kalah PKI (Partai Komunis Indonesia) dibuat pemerintah ini, padahal kami rakyat yang butuh makan dan mata pencaharian,” katanya.

Pedagang meminta kepada Pemko Medan supaya pembangunan pasar tetap di lahan Pasar Aksara yang terbakar. “Kami tidak mau dipindahkan ke terminal, terlalu kecil, 1 x 1,5 meter itu cocoknya untuk orang meninggal. Kami pedagang, korban kebakaran.

Lahan aksara itu kosong, kami mau dipindahkan kesana. Biarlah kami bangun sendiri, asalkan dapat tempat berjualan yang nyaman,” pungkasnya. Hamidah Nasution, pedagang kain mengatakan setelah kiosnya dibongkar tidak ada tempatnya mencari nafkah untuk keluarganya.

“Orangtua saya sakit dirumah, kena stroke. Saya tidak bisa lagi cari uang, bagaimana mau membiayai orangtua yang sakit. Belum lagi biaya anak untuk sekolah,” katanya sembari meneteskan air mata. Menurutnya, Pemko Medan tidak memiliki rasa iba atau kasihan kepada para pedagang yang sebenarnya korban dari terbakarnya Plaza Aksara.

“Kami ini korban, kenapa dibuat seperti ini. Lahan eks Aksara kosong, kami minta bisa masuk kesana agar bisa kembali berjualan, tapi tidak diizinkan, makanya kami mendirikan kios di jalan ini,” sebutnya.

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum di Satpol PP Medan James Sihombing membantah anggotanya berlaku anarkis. “Tidak ada anarkis, biasalah ketika kios mau dibongkar pedagang menolak, terjadi dorong-dorongan,” ujarnya.

James mengatakan pihaknya akan mendirikan posko untuk mengantisipasi agar para pedagang tidak mendirikan kios kembali. “Nanti Satpol PP akan dibantu dengan personil Kecamatan untuk berjaga-jaga,” katanya.

Menurutnya, sesuai instrukai Wakil Wali Kota Medan mulai dari Jl. Ar Hakim simpang HM Joni sampai dengan Jl. Pancing simpang pasar tiga harus bebas dari keberadaan pedagang kaki lima (PKL). “Ini bukan hanya semata karena ada agenda MTQ, tapi penegakan aturan. Pesan Pak Wakil Wali Kota, semua harus bersih meski MTQ nanti telah berakhir,” jelasnya.

Dia menambahkan, jumlah personil yang diturunkan sebanyak 628 yakni Satpol PP Medan 350 orang, Satpol PP Deli Serdang 128 orang. Polisi 100, TNI 50. Direktur Operasional PD Pasar Medan, Jhony Anwar menambahkan ada beberapa pasar yang bisa dijadikan tempat menampung para pedagang yang lapaknya dibongkar antara lain terminal Pasar Bengkok, Pasar Sukaramai, Pasar Halat, dan Sambu.

“Tidak dipungut biaya, mereka (pedagang) tinggal lapor dengan kepala pasar setempat, untuk masuk gratis. Hanya mereka perlu melengkapi syarat administrasi,” ujarnya. Jhony mengatakan apabila nantinya pasar pengganti Aksara yang dibangun di Jl.Masjid rampung dibangun, maka pedagang eks Plaza Aksara yang terbakar bisa masuk.

“Ada lahan 7.000 meter persegi yang akan dibangun sebagai pengganti Pasar Aksara. Sepertinya akan dibangun 3 lantai, cukup menampung pedagang eks Plaza Aksara yang jumlahnya 735 pedagang,” paparnya. (m50/I)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here