Satpol PP Tertibkan Pasar Malam Di Berastagi

0
Petugas Satpol PP, Perizinan dan Muspika Kec. Berastagi sedang berteduh saat hujan ketika sedang melakukan penertiban terhadap pasar malam berkedok bazar pasar murah.(Waspada/Panitra Nedy)

TANAH KARO (Berastagi): Satpol PP, Dinas Perizinan, Muspika Kec Berastagi berikut Kepala Desa Rumah Berastagi melakukan penertiban terhadap pasar malam yang berkedok bazar pasar murah di kawasan Pajak Roga, (Jumat (14/9) berakhir pukul 17.30WIB, karena tidak ada izin keramaian.

Penertiban ini tidak ada perlawanan dari para pedagang dan pengelola meskipun pasar ini sangat ramai dikunjungi penduduk sekitar pada malam hari.

Pengelola diberikan waktu sampai hari Senin (17/9), untuk mengurus izin, bila mereka tidak dapat mengurus dan melengkapi berkas untuk diajukan guna mendapatkan izin, maka mereka harus angkat kaki dari lokasi ini.

Hal ini disebutkan Kasi Penegakan Perda Kab Karo Karyanta Kaban didampingi Sekretaris Satpol PP, David Cardona Sembiring, Kabid Pengawasan Perizinan Unggul Perangin -angin dan Kasi Perizinan Sinarta Barus dan Muspika Kec. Berastagi disela-sela penertiban.

Menurutnya, bila pasar malam ini akan beroperasi pada malam hari, sementara mereka sudah disuruh tutup sebelum ada izin resmi, maka pada siang harinya akan dilakukan tindakan tegas sesuai prosedur yang berlaku, katannya.

Kasi Perizinan Sinarta Barus menambahkan, pihaknya akan menunggu rekomendasi dari pihak kepolisian untuk penerbitan izin yang dibutuhkan. Dan izin dimaksud harus berawal dari rekomendasi Kepala Desa Rumah Berastagi, dan hal ini tidak ada istilah bayar makanya kami heran, kenapa tidak mengurus izin, ujarnya.

Kepala Desa Rumah Berastagi Saiman Ginting kepada Waspada mengatakan, rekomendasi dari Desa Rumah Berastagi terhadap kegiatan ini belum ada karena salah satu dari pemilik tanah tempat pasar tidak setuju terhadap keramaian ini, singkatnya.

Ketua Karang Taruna Berastagi Boni Sembiring meminta kepada pengelola pasar malam agar melengkapi perizinan sesuai aturan yang berlaku. Kendatipun warga akan kehilangan hiburan pada malam hari, hal itu tidak menjadi maslah, terlebih Berastagi kota wisata.

Pantauan Waspada, lokasi yang dikenal warga setempat pasar malam sengaja membuat nama bazar pasar murah diduga untuk mengelabui petugas dan masyarakat karena mereka tidak menjual lengkap kebutuhan sembilan bahan pokok serta tidak ada kerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Karo yang berwawasan sosial. Sehingga banyak warga mengganggap pasar malam ini bersifat kamuflase yang menguntungkan mereka sendiri.

Beberapa pedagang di lokasi itu mengaku kalau mereka berasal dari Medan dan akan berjualan sesuai ketentuan, jelasnya.(cpn, c10,a36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here