IKH Siapkan SDM Kesehatan Berakhlak, Kompetitif Dan Bermartabat Terima 1800 Mahasiswa Baru.

0

MEDAN (Waspada): Institut Kesehatan Helvetia (IKH) menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang kompetitif, bermartabat dan hidup dalam keberagaman guna menuju Indonesia sehat. Oleh karena itu, mahasiswa/i IKH harus memiliki kompetensi dalam menjalankan proses tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat.

Hal ini diungkapkan Rektor IKH Dr. H. Ismail Efendy MSi (foto) didampingi Pendiri dan Penanggungjawab Yayasan Helvetia Dr. dr. Hj. Razia Begum M. Kes disela-sela acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) kepada 1.800 orang di aula kampus tersebut, Kamis (13/9).

Di dalam proses tridharma perguruan tinggi itu, lanjut Ismail, mahasiswa harus bermartabat. Artinya, mereka harus punya akhlak mulia, berdisiplin, bersih dari narkoba, jujur dan tidak melakukan hal-hal yang tidak terpuji, baik yang berkaitan dengan akademik maupun dalam berkomunikasi dengan lingkungan.

“Sehingga dengan demikian lulusan Institut Kesehatan Helvetia akan hidup dalam keberagamaan guna menghadapi era global, yakni saingan tenaga kerja dari luar negeri maupun persaingan internal lulusan di dalam negeri,” imbuhnya.

Guna membentuk kepribadian mahasiswa yang berakhlak mulia yang disiplin, bersih dari narkoba, jujur dan tidak melakukan hal-hal yang tidak terpuji tersebut, IKH memberikan pembekalan materi dengan bela negara dan bahaya narkoba serta wawasan religius kepada mahasiswa baru tersebut.

Materi bela negara disampaikan oleh Kementerian Pertahanan untuk wilayah Sumut Kol. Inf. Azhar Mulyadi, Bahaya Narkoba oleh Kepala BNN Provinsi Sumut Brigjend Pol Marsauli Siregar dan materi pencerahan wawasan Religius oleh Ustadz Dr.Wijianto MA dari Jogyakarta bagi mahasiswa yang beragama Islam, untuk mahasiswa kristiani dengan kegiatan kebaktian.

“Implementasi dari kegiatan ini ada disiplin dan komitmen serta tahu tahapan yang mahasiswa baru lalu sehingga bisa mempersiapkan diri agar mereka matang dan melalui tahapan-tahapan proses pembelajaran ini dengan tepat waktu,” ungkapnya.

Dia juga menuturkan, Institut Kesehatan Helvetia sebagai perguruan tinggi bidang kesehatan terus berbenah, setelah perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Helvetia.  Hal tersebut merupakan hasil dari kerja keras segenap civitas akademika yang ada, sebagai sebuah tim yang solid dan dukungan semua pihak terutama input stakeholder dan bimbingan serta arahan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) khususnya wilayah I Sumut, APTISI Sumatera Utara serta organisasi Profesi kesehatan lainnya.

Sebagai intitusi pendidikan tinggi, lanjutnya lagi, IKH terus berbenah untuk menjawab tantangan dan permintaan pasar akan kompetensi lulusan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat, dengan melakukan berbagai upaya dan penataan kurikulum, sesuai dengan fenomena dan kebutuhan. Hal ini dilakukan sejalan dengan usaha pemerintah dalam menciptakan perubahan pradigma pembelajaran yang berujung pada perubahan metode pembelajaran yang digunakan.

“Penataan kurikulum juga kami lakukan dengan menyesuaikan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan stakeholder kesehatan saat ini. Kami terus melakukan pengamatan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta kerjasama untuk mengetahui kebutuhan terkini masyarakat akan tenaga kesehatan, yang dikemudian kami sesuaikan dengan kurikulum yang dibelajarkan di Institut Kesehatan Helvetia,” tambahnya.

Sarana

Sementara itu, Pendiri dan Penanggungjawab Yayasan Helvetia Dr. dr. Hj. Razia Begum M.Kes menjelaskan, guna mewujudkan mahasiswa yang berkompeten, maka IKH juga menyiapkan sarana dan penunjang proses pembelajaran mulai dari laboratorium hingga lima rumah sakit.

RS tersebut adalah RS Mitra Medika di Tanjung Mulia, RS Mitra Medika di Tembung, RS Mitra Medika di Amplas, RS Mitra Medika di Titipapan (proses rehab) dan RS Mitra Medika Jl. S.Parman (dalam proses pembangunan). “Kompetensi ini hanya didapatkan melalui proses pembelajaran dengan sarana fasilitas yang mencukupi,” tegasnya.

Pihaknya juga terus melakukan pembenahan dan penataan ruang belajar yang multi standar, full AC dan fasilitas proses pembelajaran yang multi standar dengan integrasi IT yang dapat digunakan 9oleh mahasiswa dan dosen dalam proses pembelajaran.

“Mengembangkan dan menambah volume pengadaan laboratorium praktikum, yang dibutuhkan sesuai dengan tuntutan kompetensi program studi yang ada di lingkungan Institut Kesehatan Helvetia,” pungkasnya.

Dengan demikian, tambahnya, sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas lulusan tenaga kesehatan untuk Indonesia Sehat. Maka Institut Kesehatan Helvetia dengan dukungan fasilitas yang di siapkan oleh Yayasan, dan bimbingan serta pembinaan yang diberikan oleh LLDikti.

“Saya yakin lulusan Institut Kesehatan Helvetia akan dapat diterima oleh masyarakat sebagai tenaga kesehatan yang profesional, mempunyai kompetensi sesuai bidang nya secara Nasional dan berwawasan Global,” tambahnya.

Bela Negara

Sedangkan Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Pertahanan Sumatera Utara, Kolonel Inf Azhar Mulyadi, SE dalam paparannya saat PKKMB tersebut, mengatakan semangat bela negara harus ada dalam diri mahasiswa. “Kenapa negara harus dibela? Agar negara kita tidak musnah dari dunia ini,” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan, karakter kebangsaan, cinta tanah air serta semangat patriotisme untuk generasi muda harus semakin kokoh, sehingga akan tercipta generasi muda Indonesia yang mampu menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). “Dengan demikian, maka tidak akan masuk paham-paham yang ingin merusak rasa Persatuan dan Kesatuan kita,” tambahnya.

Sedangkan Ustadz Wijianto mengajak, mahasiswa untuk menulis apa yang dikerjakan dan kerjakan apa yang ditulis. “Mari berhijrah untuk berakhlakul karimah, jaga kesehatan, miliki pengetahuan, menahan hawa nafsu dan mengatur waktu yang efektif dan menjaga rasa malu, mandiri dan manfaat bagi orang lain,” pesannya. (h02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here