Kampung Warna-Warni, Miliki Historis Perjuangan Kemerdekaan 1945

0
KETUA DPRD Deliserdang Ricky Prandana Nasution, Kapala Desa Liang Pematang, Bahagia Tarigandan lainnya berfoto bersama di tugu perjuangan kemerdekaan 1945. Waspada/Ist
KETUA DPRD Deliserdang Ricky Prandana Nasution, Kapala Desa Liang Pematang, Bahagia Tarigandan lainnya berfoto bersama di tugu perjuangan kemerdekaan 1945. Waspada/Ist

DESA Liang Pematang atau Rumah Liang, salah satu desa berada dalam keterpencilan nun jauh di ujung pegunungan Kabupaten Deliserdang. Kini disulap menjadi Kampung warna-warni, untuk menunjang Desa tersebut sebagai salah satu destinasi wisata alam masyarakat di Kabupaten Deliserdang.

Rumah Liang ini berada di Kecamatan STM Hulu bebatasan dengan Kabupaten Karo di daerah terpencil ini ada sebuah historis tugu perjuangan kemerdekaan 1945 yang hingga saat ini masih kokoh berdiri. Tugu ini merupakan sebuah monumen untuk mengenang sejarah perjuangan para pahlawan-pahlawan kemerdekaan di Kabupaten Deliserdang. Tidak banyak orang yang tahu, bahwa sejarah telah mencatat Desa Liang Pematang Kec. STM Hulu adalah desa terpencil yang dulu menjadi basis maupun markas para pejuang-pejuang.

Medan yang dilalui untuk sampai ke Desa Liang Pematang ini, jarak tempuhnya dari Ibukota Kecamatan STM Hulu di Desa Tiga Juhar sekira 25 kilometer. Namun sekira 6 kilometer mulai dari Desa Tanjung Raja menuju desa ini Medannya cukup memicu adrenalin. Pasalnya, turun naik dan terjal karena lintasan jalan masih bebatuan besar serta tepiannya jurang.

Letak geografisnya yang berada di daratan tinggi dan kontur daerahnya yang berbukit-bukit menjadikan tempat ini menjadi jalur strategis bagi para pejuang yang tidak diketahui oleh musuh.

“Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para pejuang sebagai basis pertahanan dan juga sebagai jalur pemasok senjata, logistik dan juga keperluan-keperluan dalam melawan penjajah yang menghubungkan 3 Kabupaten yakni Deliserdang, Simalungun dan Karo,” kata Kapala Desa Liang Pematang, Bahagia Tarigan kepada Waspada, Senin (17/9).

Dijelaskan Bahagia, penggagas  dibangunnya tugu perjuangan itu yakni Bupati Deliserdang Teteng Ginting  dan Bupati Karo Tumpak Sebaya yang kala itu sedang napak tilas ke daerah tersebut.

“Pada tahun 1981 pembangunan tugu ini dimulai. Sulitnya akses menuju daerah ini, mengakibatkan lamanya pengerjaan momunmen ini yang memakan waktu pengerjaan lebih kurang 1 tahun lamanya,” jelasnya.

Bahagia menyebutkan, mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani yang kini membuka peluang baru yakni petani bawang merah dan salak.

“Selain itu untuk menunjang meningkatnya perekonomian masyarakat di daerah ini, kami berusaha memperkenalkan desa ini sebagai salah satu desa warna-warni, karena ini juga desa yang bersejarah dan juga desa ini memiliki bumi perkemahan. Maka selayaknya menjadi destinasi wisata alam masyarakat di Kabupaten Deliserdang,” sebutnya.

Untuk itu Bahagia juga berharap kepada stakeholder  juga turut mendukung sejumlah fasilitas sarana prasarana pendukung untuk memanjakan pengunjung di lingkungan lokasi kampung warna-warni Desa Liang Pematang. Katanya, dirinya berterima kasih dan bersyukur kepada Bupati Deliserdang H. Ashari Tambunan dan Ketua DPRD Deliserdang Ricky Prandana Nasution yang membantu percepatan pembangunan di desanya.

“Alhamdulillah, Pak Ketua DPRD sudah beberapa kali ke desa kami, bahkan ia melintasi desa kami dengan menggunakan sepeda dan Pak Bupati Deliserdang Ashari Tambunan sudah berkunjung ke desa kami pada bulan Desember 2017 yang lalu,” akunya.

Sementara itu salah seorang warga STM Hulu Serasi Tarigan, sangat berharap Desa Liang Pematang dijadikan destinasi wisata dengan memperbaiki infrastruktur di desa tersebut. Ia juga mengaku dengan kehadiran Ketua DPRD Deliserdang Ricky Prandana Nasution ke daerah bersejarah ini memberikan kemajuan yang begitu berarti.

“Semenjak kehadiran ketua disana banyak bantuan-bantuan yang diberikan dan untuk kedepannya kalau bisa, ya terus berlanjut supaya Desa Liang Pematang bisa menjadi lebih baik lagi,” harapnya. (Edward Limbong/F)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here