Mahasiswa Minta Copot Menag

0
Mahasiswa UMTS tergabung dalam Lembaga Aspirasi Mahasiswa menggelar orasi di Kantor DPRD Padangsidimpuan, terkait gagalnya pemerintahan Jokowi dan pemberlakuan pembatasan volume azan, Rabu (19/9). Waspada/Mohot Lubis/B
Mahasiswa UMTS tergabung dalam Lembaga Aspirasi Mahasiswa menggelar orasi di Kantor DPRD Padangsidimpuan, terkait gagalnya pemerintahan Jokowi dan pemberlakuan pembatasan volume azan, Rabu (19/9). Waspada/Mohot Lubis/B

* Hanya Setan Yang Takut Suara Azan

P.SIDIMPUAN (Waspada) : Sejumlah organisasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) yang tergabung dalam Lembaga Aspirasi Mahasiswa menggelar aksi unjukrasa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padangsidimpuan, Rabu (19/9).

Dalam orasinya, mahasiswa mendesak Presiden Jokowi turun dari tahta kepresidenan terkait carut marutnya kondisi bangsa dan perekonomian nasional, dan juga mendesak pencopotan Menteri Agama Lukman Hakim atas pemberlakuan kebijakan pembatasan volume azan.

Korlap aksi Rony Yacub Ashari dalam orasinya, Presiden Jokowi sebaiknya meletak jabatannya karena telah gagal memimpin bangsa. “Kegagalan kepemimpinan Jokowi yang paling berdampak kepada masyarakat adalah kondisi perekonomian yang hancur lebur.

Dimana saat ini harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi,” ujarnya. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mendesak pencopotan Menteri Agama Lukman Hakim karena telah memberlakukan pembatasan volume azan di masjid.

“Copot Menteri Agama Lukman Hakim karena membuat aturan pembatasan volume azan. Hanya setan yang takut mendengar suara azan,” teriak Rony Yacub dalam orasinya disambut kalimat takbir dari massa mahasiswa.

Mahasiswa juga mendesak kementerian terkait segera membenahi kondisi perekonomian bangsa, menghentikan impor beras dan garam, meminta TNI-Polri menjaga netralitas dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan mencabut Perpres nomor 20 tahun 2018 tentang tenaga kerja asing.

Dalam aksi yang dikawal petugas kepolisian dan Satpol PP Kota Padangsidimpuan, mahasiswa turut membawa poster dan membentangkan spanduk atas kegagalan kinerja Jokowi, dan juga membawa keranda yang diisi boneka mayat sebagai tanda matinya kepemimpinan rejim ini. (c02/cml/J)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here