Massa Bubarkan Acara GP Ansor

0
Massa menolak acara silaturahmi Kirab Satu Negeri yang digelar Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Kec. Tanjungpura, Kab. Langkat, Waspada/Asrirais/C
Massa menolak acara silaturahmi Kirab Satu Negeri yang digelar Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Kec. Tanjungpura, Kab. Langkat, Waspada/Asrirais/C

* Kapoldasu Tegur Wakapolres Langkat

STABAT (Waspada) : Acara silaturahmi dalam rangkaian Kirab Satu Negeri yang digelar Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Gedung Nasional, Kec. Tanjungpura, Kab. Langkat, Rabu (19/9), dibubarkan massa dari sejumlah elemen masyarakat Kab. Langkat.

Sejumlah bendera GP Ansor yang sebelumnya terpajang, dicabut massa. “Tidak ada Islam Nusantara di sini, masyarakat Langkat menolaknya. Ustad Abdul Somad yang sebelumnya hendak ceramah di salah satu daerah, kalian usir. Kini gantian,” teriak salah seorang dari kerumunan massa yang membubarkan aksi tersebut.

Kasat Intel Polres Langkat AKP Syahrial Effendi bersama Ketua MUI Langkat Ahmad Mahfudz berusaha menenangkan situasi. Namun, massa tetap menolak hingga akhirnya kegiatan yang disebut massa sebagai deklarasi Islam Nusantara itu bubar.

Ahmad Mahfudz memberi solusi kepada panitia untuk menunda kegiatan karena banyaknya penolakan. Meski demikian, salah seorang dari pihak GP Ansor sebelum meninggalkan lokasi mengatakan, acara yang digelar hanya penyerahan bendera dari Aceh, yang nantinya finish di Yogyakarta pada 26 Oktober.

Bendera merah putih dimaksud awalnya dikibarkan tim kirab dari Aceh. Aktivis Islam di Kab. Langkat Al Fuad Nasir berharap, kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi elit-elit Nahdlatul Ulama (NU) dan GP Ansor di tingkat pusat agar tidak menebar kegaduhan di tingkat daerah yang hanya akan merugikan umat Islam.

“Pemerintah pusat dan aparat kepolisian harus jeli melihat masalah ini. Jangan sampai sesama anak bangsa dibenturkan, hingga dapat mengganggu keutuhan NKRI,’’ katanya.

Fuad yang berada di lokasi acara tersebut mengaku, tidak tahu soal kabar yang berkembang bahwa panitia mendeklarasikan Islam Nusantara. Namun, dia mendengar pembubaran acara dimaksud terkait dengan upaya oknum-oknum sebelumnya, yang menolak kehadiran Ustad Abdul Somad di salah satu daerah.

“Hal – hal semacam ini perlu disikapi serius agar konflik tidak berkepanjangan,” tutur Nasir. Tegur Wakapolres Sementara itu, Kapoldasu Irjen Pol. Agus Andrianto menegur Waka Polres Langkat, usai mendapat informasi pembubaran paksa acara silaturahmi Kirab Satu Negeri Pimpinan Cabang GP Ansor Langkat, oleh puluhan massa tersebut.  ‘Sudah saya tegur tadi Wakapolres Langkat. Karena Kapolresnya saat ini masih menunaikan haji,” ujar Kapoldasu saat dihubungi via whatsapp.

Untuk itu, kata Agus, jika ada pihak yang keberatan, agar dapat segera membuat laporan resminya ke Polisi. “Kalau keberatan, saran saya laporkan saja. Nanti kita akan tangani,” tuturnya.

Namun, Agus sangat menyayangkan peristiwa itu bisa sampai berlanjut. Menurutnya, sebagai satu bangsa dan sesama muslim, harusnya dapat saling akur. “Kita ini satu bangsa, satu bahasa. Perbedaan itu indah, saling menghargai. Sesama muslim itu harusnya akur. Apa mereka lupa Islam itu kan Rahmatan Lil Allamin, tapi kalau Lil Muslimin aja nggak, gimana ?,” katanya. (a03/a02/m39/J )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here