Dua UPT Kemsos Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik

0

JAKARTA (Waspada): Dua unit pelayanan teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial meraih prestasi TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018. Keduanya adalah Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Kartini di Temanggung dan Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Alyatam,  Jambi.

Penghargaan diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB), di Surabaya, Rabu (19/9).

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Hartono Laras bangga dan menyambut baik penghargaan ini. Sebab penghargaan ini menunjukkan pimpinan dan segenap staf di kedua UPT tadi mampu bekerja dengan sungguh-sungguh, kreatif, dan berinovasi.

Menurutnya, prestasi ini tidak mudah diraih karena penilaiannya cukup ketat dan tim penilai pun berasal dari tokoh-tokoh kredibel dan kompeten. Penilaian dilakukan oleh tokoh-tokoh yang dikenal memiliki reputasi, seperti wartawan senior Suryo Pratomo, peneliti senior LIPI Prof. DR. Siti Zuhro dan JB Kristiadi.

“Saya sangat bangga. Ini menunjukkan implementasi reformasi birokrasi yang dilakukan Kementerian Sosial sudah berjalan di jalur yang tepat,” kata Hartono di Jakarta, Jumat (21/9).

Dia sangat berharap prestasi yang didapatkan kedua UPT ini mampu menjadi inspirasi dan menjadi motivasi bagi UPT satuan kerja dan seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Sosial RI.

“Mari berikan pelayanan kepada masyarakat dengan ramah, berikan senyum, yang cepat, dengan kualitas yang baik dan memberi kepuasan,” ucapnya.

Hartono mengingatkan, apresiasi dari masyarakat akan dengan sendirinya muncul bila segenap pegawai Kementerian Sosial bekerja maksimal dan melayani rakyat.

Seperti BBRRSPDI Kartini Temanggung, layanan penjangkuan yang dilakukannya, juga mendapat penghargaan dari United Nation Public Service Award (UNSPA).

“Penghargaan UNPSA hanya diberikan kepada 21 jenis pelayanan publik yang memenuhi kriteria untuk diikutsertakan dalam kompetisi pelayanan publik tingkat dunia,” tutur Hartono.(dianw/B).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here