Inilah Objek-Objek Wisata Favorit Wisman di Jateng

0

JAKARTA (Waspada): Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Jawa Tengah (Jateng) punya objek-objek wisata favorit.

Menurut Seksi Pengembangan Pasar Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Jateng Tanti Apriyani sebagai destinasi wisata, Jateng punya objek wisata yang komplit baik budaya, sejarah, bahari, alam, religi,  belanja, dan lainnya. 

Untuk objek wisata alam, wisman yang ke Jateng paling banyak bertandang ke Dataran Tinggi Dieng, Puncak Sekunir, Bukit Punthuk Setumbu, dan Baturaden.

Kalau objek wisata bahari, paling disukai wisman adalah Karimunjawa dan Pantai Kartini.

“Sementara untuk wisata budaya, wisman paling senang ke Candi Borobudur, Kraton Surakarta, Candi Sukuh, Lawang Sewu, Kota Lama Semarang,” ungkap Tanti disela-sela acara Misi Penjualan Destinasi Prioritas Borobudur yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemempar) lewat Asdep Regional 2, Deputi Pengembangan Pemasaran I di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018).

Wisman yang ke Jateng juga suka berwisata belanja antara lain ke Pasar Klewer, Batik Pekalongan, Batik Lasem, dan Pusat Grosir Solo (PGS).

“Umumnya mereka memborong souvenir sebagai buah tangan,” terang Tanti.

Menurut Tanti ada lima negara yang menjadi penyumbang wisman terbesar bagi Jateng, yakni Malaysia, China, Singapura, Belanda, dan Amerika Serikat.

“Malaysia menyumbang 23,61 persen diposisi pertama,  kedua China 12,96 persen, dan ketiga Singapura 9,72 persen. Sementara diurutan keempat dan kelima Belanda 9,26 persen dan Amerika Serikat 8,33 persen,” beber Tanti.

Rata-rata long of stay wisman di Jateng, sambung Tanti, empat sampai tujuh hari dengan biaya pengeluaran per hari dari USD250 hingga USD500 per wisman.

Secara keseluruhan, wisman yg datang ke Jateng masih didominasi Malaysia dan Singapura.

Umumnya wisman dari negeri Jiran itu terbang langsung dari negaranya ke Bandara A. Yani Semarang dengan AirAsia seminggu 2 kali atau dengan Lion penerbangan.

“Wisman Malaysia terutama yang milenial sekarang cenderung datang ke Jateng lewat informasi dari medsos. Mereka menyukai objek wisata alam seperti Dieng dan Karimunjawa, bukan lagi ke objek wisata religi,” ungkap Tanti.

Sementara wisman
China juga suka wisata bahari  terutama ke Karimunjawa dan wisata yang terkait dengan budaya mereka antara lain  Shampo Kong Semarang sampai ke Rembang yang masih menjadi rangkaian jejak sejarah Chengho.

“Kalau wisman Eropa dan Amerika lebih suka ke objek wisata budaya dan sejarah serta bahari,” tambahnya.

Jateng yang menargetkan dikunjungi 430 ribu wisman tahun ini, juga dilirik turia asal  India, Timur Tengah, dan Thailand.

Buktinya pada Triwulan ketiga tahun ini data dari BPS menunjukan wisman India menempati urutan ketiga menggeser posisi China. Sementara ditempat pertama,  masih Malaysia dan Singapura.

“India juga punya karakter spesifik, dan kita tengah bedah lebih jauh. Biasanya India suka berwisata ke candi seperti Borobudur, Sukuh, dan Cheto,”

Sementara wisman Timur Tengah kerap ke objek wisata religi Walisongo di sejumlah titik di Pantura Timur dan juga Pekalongan.

“Wisman asal Thailand juga kerap ke Borobudur, tapi belum masuk 5 besar,” terang Tanti.

Kata Tanti, Jateng yang terdiri atas 35 kabupaten/kota diminati  wisman dari pasar yang beragam.

“Kita tinggal memperkuat kemasan, promosi, dan penjualannya, salah satunya dengan mengikuti Sales Mission Borobudur di Jakarta ini dan juga di 5 kota lainnya nanti,” ungkap Tanti.

Plt. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I, Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan Jakarta dipilih sebagai lokasi Sales Mission Borobudur karena memiliki kesiapan Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi yang baik.

“Dari sisi aksesibitas, Jakarta ke Semarang saat ini diterbangi 5 maskapai dgn jumlah frekuensi penerbangan sebanyak 41 penerbangan dari Bandara Soetta dan Halim. Sedangkan Jakarta ke Jogja sebanyak 34 penerbangan dengan 6 maskapai,” terang Ni Wayan Giri Adnyani yang akrab disapa Giri.

Selain Jakarta, kegiatan promosi direct selling untuk lebih memperkenalkan Borobudur sebagai destinasi pariwisata prioritas ini juga akan digelar di 5 kota lain yakni Bandung, Surabaya, Denpasar (Bali), Makassar, dan Batam.

Kegiatan Misi Penjualan Borobudur ini, lanjut Giri diikuti 10 industri pariwisata (travel agent, tour operator, hotel, resort, homestay, dan desa wisata) dari Jateng dan DIY sebagai Sellers.

Sementara sebagai Buyers-nya sebanyak 50 industri pariwisata dari DKI Jakarta.

“Tujuan kegiatan Misi Penjualan Destinasi Prioritas Borobudur ini adalah terjalinnya kontak dan kontrak bisnis antara industri pariwisata Jateng dan DIY  dengan industri pariwisata dari Jakarta dalam menjual paket wisata khususnya untuk destinasi Borobudur serta Joglosemar, sehingga nantinya banyak warga dan wisatawan dari DKI Jakarta yang berkunjung ke Borobudur dan sekitarnya,” tutup Giri.  (Adji  K)

Captions:
1. Turis Eropa tengah berwisata di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

(Foto: Adji  K)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here