Kasat Reskrim Dianiaya

0
Sejumlah kendaraan pendemo berjatuhan di depan Gedung DPRD Sumut di Jl. Imam Bonjol Medan, Kamis (20/9). Waspada/Rizky Rayanda/C
Sejumlah kendaraan pendemo berjatuhan di depan Gedung DPRD Sumut di Jl. Imam Bonjol Medan, Kamis (20/9). Waspada/Rizky Rayanda/C

MEDAN (Waspada) : Dianiaya oleh sejumlah pendemo di depan gedung DPRD Sumut, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira mengalami luka-luka saat mengamankan aksi bentrok dua kelompok pendemo di Jl. Imam Bonjol Medan, Kamis (20/9) sore.

Selanjutnya, AKBP Putu Yudha Prawira dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis sekaligus divisum. Informasi yang diperoleh wartawan, kedua kelompok tersebut terlibat bentrokan, sehingga polisi dengan cepat membubarkan paksa kedua kelompok itu.

Tak jauh dari gedung DPRD Sumut, tiba-tiba mobil dinas Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihatin yang menggiring salah satu kelompok massa langsung dihadang dan disandera. Tidak hanya disandera, kelompok pendemo itu juga merusak mobil dinas Kasat Lantas.

Mengetahui hal itu, AKBP Putu Yudha Prawira dan Kanit Pidum AKP Rafles Marpaung bergerak cepat ke kerumunan pendemo, guna menenangkan massa yang anarkis itu. Secara tiba-tiba para pendemo menganiaya Kasat Reskrim dengan cara menendangnya.

Putu saat itu mengaku dirinya Kasat Reskrim Polrestabes Medan, sehingga pendemo anarkis tersebut berhenti menganiayanya. Tidak lama massa pendemo yang sebelumnya menyandera mobil dinas Kasat Lantas, akhirnya melepaskan mobil tersebut dengan kondisi rusak di bagian bodi.

Sementara itu, Putu Yudha Prawira yang mengalami luka-luka di tubuhnya, langsung ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis. Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira yang dikonfirmasi, mengaku saat ini sedang di rumah sakit untuk visum akibat dianiaya sekelompok pendemo.

“Ada luka-luka di tubuh saya, dan saat ini saya sedang divisum. Yang agak parah jempol saya keseleo ditendang mereka (pendemo), takutnya patah makanya tadi sudah dironsen.

Seorang pendemo yang melakukan pengrusakan tadi sudah ditangkap. Kasusnya sedang kita kembangkan,” tutur Putu yang akan membuat laporan terkait penganiayaan yang dialaminya itu.

Wartawan Terluka

Aksi anarkis salah satu kelompok yang tergabung dalam NKRI, mencederai seorang Wartawan Tribun Medan, yang terkena lemparan batu koral saat melakukan peliputan di depan DPRDSU Jl. Imam Bonjol Medan.

“Akibat terkena lemparan batu tersebut, bagian lengan kanan saya terluka dan alat perlengkapan seperti powerbank juga rusak,” kata Dimas kepada Waspada, Kamis (20/9).

Menurut Dimas, dirinya menangkis lemparan batu koral tersebut dengan lengan kanannya, kalau tidak mengenai bagian wajahnya. Padahal, dirinya sudah berusaha bersembunyi dibalik mobil Polisi. “Awalnya saya kira tidak apa-apa, ternyata baju saya sudah koyak dan luka baretan sepanjang 10 centimeter di tangan kanan saya,” sebutnya.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dadang Hartanto mengatakan, awalnya kedua kelompok pendemo itu saling berorasi di depan Gedung DPRD Sumut. “Yang satu menyampaikan tentang NKRI dan yang satu lagi menyampaikan perekonomian,” ujarnya di lokasi kejadian.

Kombes Pol. Dadang mengatakan, dalam kejadian tersebut ada beberapa pendemo yang mengalami luka-luka dan ada juga yang diamankan. “Nanti kita cek lagi,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi bentrok susulan lagi, menurut Dadang, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kedua kelompok. “Kita koordinasi dengan semua pihak, termasuk dengan kelompok mahasiswa yang sepeda motornya tertinggal di lokasi,” ujarnya. (h04/czal/J)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here