KPU Simalungun Umumkan  482 DCT Peserta Pemilu 2019

0
Pleno terbuka KPU Simalungun penetapan daftar calon tetap peserta Pemilu 2019 di aula kantor KPU Simalungun di Pamatangraya. (Waspada/Hasuna Damanik)
Pleno terbuka KPU Simalungun penetapan daftar calon tetap peserta Pemilu 2019 di aula kantor KPU Simalungun di Pamatangraya. (Waspada/Hasuna Damanik)

SIMALUNGUN (Waspada): Komisi Pemilihan Umum (KPU) Simalungun menetapkan 482 daftar calon tetap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kab. Simalungun pada Pemilu 2019, melalui rapat pleno terbuka di aula KPU Simalungun di Pamatangraya, Kamis (20/9).

Rapat pleno terbuka KPU Simalungun dipimpin ketuanya Adelbert Damanik, diikuti seluruh komisioner dan sekretaris KPU Simalungun, Bawaslu Simalungun dan para pengurus partai politik peserta pemilu 2019.

Ketua KPU Simalungun Adelbert Damanik, mengatakan ke- 482 yang masuk dalam calon tetap tersebut akan memperebutkan 50 kursi DPRD Simalungun dari enam daerah pemilihan.

Dari 482 peserta itu, masing-masing terdiri dari 298 laki-laki dan 184 perempuan. DCT ini merupakan calon legislatif dari 15 partai politik, minus Partai Garuda. “Ke 482 yang masuk dalam daftar calon tetap telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti Pemilu Legislatif 2019,” tegas Adelbert usai rapat pleno.

Dikatakan, hingga penetapan DCT tidak ada tanggapan atau laporan tertulis dari masyarakat terkait para caleg, saat pengumuman DCS ( Daftar Calon Sementara) hingga batas waktu yang ditentukan, sehingga para caleg dianggap telah memenuhi syarat. “Sudah diumumkan di DCS, tidak ada temuan dan laporan tertulis dari masyarakat,” tambahnya.

Sedangkan, ada beberapa caleg yang sebelumnya dicoret di antaranya disebabkan tidak memenuhi keterwakilan perempuan dan tidak memenuhi syarat administrasi. Ada tiga caleg dari PAN (Partai Amanat Nasional) setelah melalui sengketa di Bawaslu, akhirnya ditetapkan masuk dalam DCT.

Sementara Ketua Bawaslu Kab. Simalungun, Choir Nasution, mengharapkan para caleg dan partai politik patuh terhadap peraturan yang telah ditetapkan. Misalnya, tidak melakukan kampanye sebelum jadwal kampanye dimulai.

Choir juga menekankan kepada pihak KPU Simalungun untuk secepatnya menentukan zona dan jadwal kampanye. Dengan demikian para caleg dan partai politik dapat mengetahui di mana dan kapan diperbolehkan kampanye.(a29/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here