Wow… Ini Modus Baru Selundupkan Handphone Ke Lapas

0
Kalapas kelas II B Lubukpakam, EP Prayer Manik memperlihatkan handphone yang dirakit dalam buku Jumat (21/9). Waspada/Edward Limbong

DELISERDANG (Waspada): Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lubukpakam menggagalkan penyelundupan handphone modus baru merakit ke sebuah buku. Sementara dalam kurun waktu tiga bulan pihak Lapas menyita sebanyak 600 handphone dari para narapidana. Selanjutnya barang bukti tersebut dilakukan pemusnahan dengan cara dimartil.

“Pada prinsipnya kita setiap hari melakukan razia, tapi kita perkuat itu razia rutin. Jadi total hari ini terhitung dari tiga bulan terakhir, barang yang kita sita sekitar 600 handphone,” kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) kelas II B Lubukpakam, EP Prayer Manik Jumat (21/9) sore usai menggelar razia rutin.

Menurut Kalapas, tujuan dari razia yang dilaksanakan tersebut adalah untuk mengantisipasi adanya barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam Lapas. Katanya, setelah dilakukan penyidikan bagaimana cara handphone berbagai merek tersebut masuk ke dalam Lapas, hasilnya dibawa oleh pembesuk. “ Banyak cara untuk memasukkan handphone termasuk modus baru merakit dalam sebuah buku. Ini pertama lolos di pintu satu dan setelah di pintu dua dirazia lagi teryata dalam buku itu ada handphone. Setiap saat ada saja ide mereka untuk bagaimana memasukan alat komunikasi ke dalam, kemarin juga sempat kita sita dari pampers anak yang dipakai,” sebutnya.

Dijelaskannya, setelah didapat barang-barang tersebut pihaknya memberikan sanksi terhadap narapidana juga kepada pembesuk. “Kepada tahanan kita tidak berikan sebulan untuk bertamu, kalau dia napi remisi atau PB (Pembebasan Bersyarat) kita tunda sesuai ketentuan yang ada,” jelasnya.

Kalapas menyebutkan, pihaknya sudah mengimbau baik kepada pengunjung dan petugas untuk tidak memberikan barang-barang yang dilarang dalam Lapas. “Kesulitan kita itu di sarana yang tidak memadai. Karena untuk pemeriksaan kita masih menggunakan cara manual. Jadi kita perlu sarana untuk mendeteksi barang-barang yang tidak diperbolehkan masuk ke Lapas,” sebutnya.

Saat ini, katanya, kondisi Lapas Kelas II B Lubukpakam over kapasitas dari yang semestinya 350 orang sementara saat ini jumlahnya sudah mencapai 1.629 orang.

Sementara itu usai melakukan razia, Kalapas memberikan arahan kepada petugas Lapas.

Adanya penangkapan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional ( BNN) terhadap oknum sipir yang diduga terlibat jaringan narkoba, ia akan menindak tegas setiap petugas yang terbukti melanggar standard operating procedure (SOP). “Yang jelas bagi kita jika melanggar akan diadakan sangsi berat, sedang dan ringan. Berat itu termasuk dengan pemecatan, sedang skorsing dan ringan teguran-teguran lisan dan tulisan,” tandasnya. (cel)

Kalapas kelas II B Lubukpakam, EP Prayer Manik menyaksikan handphone dimusnahkan dengan cara dimartil. Waspada/Edward Limbong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here