Siswi SMK Tewas Ditangan Pacar, Pelaku Terancam Hukuman Mati

1
Ke dua orangtua Salsabila Aidil Adha, Sahir  dan Syafrida  memperlihatkan foto anaknya semasa hidup. (Waspada/Edward Limbong)

DELISERDANG (Waspada): Dua dari tiga tersangka diduga pelaku pembunuhan siswi SMK Tunas Karya Batang Kuis, Salsabila Aidil Adha 15, warga Dusun IX Desa Bangun Sari Baru Kec. Tanjung Morawa mayatnya ditemukan membusuk di Parit Kebun Kelapa Sawit PT Lonsum Desa Sei Merah masih berstatus pelajar. Satu diantaranya merupakan teman lelaki korban (pacar). Atas perbuatannya, para tersangka terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Adapun para tersangka yang ditangkap Sat Reskrim Polres Deliserdang inisial BK 17, (teman lelaki korban) status pelajar salah satu SMA di Kab. Deliserdang, DF 14, pelajar salah satu SMP di Kab. Deliserdang, dan AP 19 masih buron, warga Kab. Karo.

Para pelaku tega menghabisi nyawa korban dikarenakan ingin mengambil barang-barang berharga korban, perhiasan, handphone dan sepeda motor yang direncanakan pelaku BK dan AP. Mereka melakukan pembunuhan dengan cara memberikan obat tidur yang telah dicampur dengan Floridina, namun obat tersebut tidak ada pengaruh. Kemudian BK dan AP merubah rencana untuk membunuhnya dengan cara menyekap dan mencekiknya hingga meninggal dunia.

Hal itu terungkap saat ekspos kasus tersebut di Mapolres Deliserdang Kamis (27/9) , yang langsung dipaparkan Kapolres Deliserdang AKBP Eddy Suryantha Tarigan didampingi Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Ruzi Gusmandan Paur Humas Polres Deliserdang Ipda Dodi Martha.

“ Ini kasus pembunuhan, untuk sementara yang diamankan ada tiga orang. Pelaku utama ada dua dan penadah barang curian ini ada satu. Kasus ini diawali adanya penemuan mayat di Lonsum Afdeling I Dusun II Desa Sei Merah Kec. Tanjung Morawa. Kemudian dari temuan mayat ini, kita lakukan indenfikasi dan langkah-langkah penyelidikan,” kata Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, setelah dilakukan penyelidikan, teryata di seputaran Kec. Tanjung Morawa ada keluarga yang beberapa minggu sebelumnya ada anaknya tidak kembali ke rumah. Katanya, setelah dicek ciri-ciri awal yakni gemuk. Kemudian mirip dengan mayat yang ditemukan dari itu didapatlah yang berkomunikasi terakhir dengan korban yakni tersangka BK.

“ Saat ini masih kita cari satu orang lagi. Untuk motif sementara bahwa mereka mengincar barang korban,” jelasnya.

Dalam kasus ini, barang bukti yang berhasil diamankan pihak kepolisian berupa celana jeans, potongan baju, pakaian dalam, sendal, sepeda motor, jas hujan dan handphone.

“ Atas kejahatan ini pelaku dijerat pasal 340 atau 365 ayat (3) KUHP atau pasal 80 ayat (3) UU no 35 tahun 2014. Ancaman hukuman mati,” tegas AKBP Eddy.

Sementara pengakuan pelaku BK, bahwa sebelum kejadian ia sudah memiliki hubungan dengan korban selama dua pekan lamanya dan perkenalan mereka lewat media sosial (medsos).

“ Kenal di Facebook. Aku memang suka sama dia. Sebenarnya niatnya tidak ingin membunuh hanya ingin menguasai keretanya,” akunya.

Sedangkan Keluarga Salsabila Aidil Adha, mendatangi Polres Deliserdang. Ke dua orangtuanya, Sahir 45, dan Syafrida 42, datang ke Polres Deliserdang dengan didampingi oleh para tetangga.

“ Kami datang ke sini untuk menanyakan sama polisi kapan anakku ini bisa dibawa pulang. Biar secepatnya bisa kami kebumikan,” kata Sahir sembari meminta kepada kepolisian untuk menghukum pelaku seberat-beratnya.

Sementara itu Syafrida, mengatakan sejak Rabu, (26/9) malam dikediaman mereka sudah menggelar acara tahlilan yang berada di Dusun IX Desa Bangun Sari Baru Kec. Tanjung Morawa. Rencananya, jika sudah bisa dibawa pulang jasad anaknya itu dari rumah sakit Bhayangkara Medan akan segera mereka kebumikan di Pemakaman muslim dekat rumah. (cel)

baca juga  Sosok Mayat Terapung Membusuk

Sosok Mayat Terapung Ternyata Siswi SMK

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here