Galang Dana Dan Doa Bersama Untuk Bencana Gempa-Tsunami

0
Polres Tanjungbalai menggalang bantuan untuk para korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala. (Waspada/Radudin Sihotang,)

TANJUNGBALAI (Waspada) : Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai beserta jajaran menggalang dana bantuan para korban bencana gempa bumi dan tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10).

Selain pengumpulan bantuan, Korps Polri ini juga menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, khususnya para korban, di Mushalla Al Hamdi dan Aula Sat Lantas Polres Tanjungbalai. Personel beragama Islam dipimpin ustadz Khairil Abdi sedangkan Kristiani dibimbing Pdt AM. Perangin-angin.

Doa bersama dan penggalangan dana berjalan tertib dan lancar. Kapolres dalam kesempatan itu mengajak seluruh anggota untuk menyisihkan sebagian hartanya membantu dan meringankan beban para korban yang sangat membutuhkan.

Salah seorang korban, Adhe Mima br Sihotang warga Kota Palu menuturkan, saat ini yang paling mereka butuhkan adalah makanan, minuman, susu bayi, obat-obatan, tenda, selimut, dan listrik. Menurut Mima, untuk bertahan hidup katanya mereka hanya mengandalkan stok makanan lama yang masih tersisa di rumah dengan kondisi semakin hari kian menipis.

Adhe yang juga seorang jurnalis di salah satu media ternama di Kota Palu menuturkan, adiknya bersama dua anakanya hingga saat ini belum ditemukan diduga terseret gelombang tsunami. Rumah orang tua kata Adhe, tepat berada di dekat pantai yang saat ini rata dengan tanah disapu air laut.

“Kami sangat butuh bantuan, kami kelaparan, sementara banyak keluarga kami yang anaknya masih bayi,” tulis Adhe membalas pertanyaan Waspada via pesan aplikasi messengger.

Menurutnya, listrik di Kota Palu sangat terbatas, untuk mengisi batere HP saja katanya sangat sulit. Sementara untuk bantuan logistik dari pemerintah ungkapnya belum juga sampai di Kota Palu. Hal itu diperparah lagi dengan seringnya gempa susulan terjadi dengan kekuatan yang cukup besar.

Saat Waspada meminta beberapa foto situasi terkini di sana, Adhe mengaku baterai selularnya sangat kritis, dan hanya dimanfaatkan untuk hal penting dan darurat. (a32).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here