4 Desa Di Aceh Timur Terendam Banjir

0
Aparat TNI bersama warga membantu mengevakuasi pedagang yang terperangkap banjir Desa Pante Labu, Kec. Pante Bidari, Aceh Timur, Senin (8/10). Waspada/M. Ishak/C
Aparat TNI bersama warga membantu mengevakuasi pedagang yang terperangkap banjir Desa Pante Labu, Kec. Pante Bidari, Aceh Timur, Senin (8/10). Waspada/M. Ishak/C

*Arus Transportasi Putus, 49 KK Mengungsi

IDI (Waspada) : Sejumlah desa di Kecamatan Pante Bidari, Kab. Aceh Timur, dikepung banjir, Senin (8/10). Bahkan luapan sungai sudah terjadi sejak sehari sebelumnya.

“Ketinggian air antara 50 centimeter hingga 1 meter. Jika hujan terus mengguyur, maka banjir di daerah pedalaman itu akan meluas. Desa-desa tersebut sudah menjadi langganan banjir saat musim hujan dan banjir terjadi akibat air kiriman dari pegunungan Kabupaten Bener Meriah,” kata Camat Pante Bidari M Nasir SP.

Berdasarkan data diperoleh Waspada di Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, banjir telah merendam Desa Blang Seunong, Sah Raja, Pante Labu, dan Desa Sijudo, Kec. Pante Bidari.

Akibat banjir melanda sejumlah desa itu, 49 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman. “Ada 49 kepala keluarga di Desa Blang Seunong dan Sijudo mengungsi mencari tempat lebih aman,” ujar Kepala BPBD Aceh Timur, Syahrizal Fauzi.

Namun belum ada laporan pengungsi di Desa Sah Raja dan Pante Labu, tetapi warga yang sebagian halaman rumahnya terendam banjir dalam dua desa itu mulai waswas. “Kita terus memantau perkembangan banjir di daerah pedalaman dan dan titiktitik rawan banjir lainnya,” tutur Syahrizal akan terus berkoordinasi dengan Muspika.

Dia berharap, masyarakat yang tinggal di sepanjang pinggir sungai berhati-hati terhadap luapan air sungai. “Jika sungai meluap segera mencari tempat lebih aman,” sebutnya meminta jika banjir meluas pihak kecamatan segera melaporkan ke BBPD melalui pusdalopsatim@gmail.com

Bireuen Banjir Sementara sejumlah desa di Kec. Makmur, Bireuen, Minggu (7/10) malam, dikepung banjir kiriman. Sejumlah rumah tergenang dan terendam, sehingga pemiliknya harus mengungsi. Informasi diperoleh Waspada, Gampong Suka Rame dan Meureubo, Kec. Makmur dikepung banjir kiriman setelah diguyur hujan lebat sejak menjelang maghrib hingga usai Isya.

Bahkan di beberapa gampong lainnya terancam air bah. Posko Tagana Dinsos Bireuen melaporkan, ketinggian air selutut orang dewasa. “Seorang warga, Abdul Muthaleb, 70, telah mengungsi ke rumah saudaranya,” kata pengendali Posko Tagana Dinsos Bireuen, Zulfikar GA. Menurut dia, upaya dilakukan pihaknya terus memantau situasi dan melakukan pendataan serta pelaporan.

“Kondisi terakhir, satu rumah terendam, pemiliknya harus mengungsi, volume air terus meningkat dan mulai mengarah ke desa-desa lain yang ada di sekitarnya,” tuturnya.

Anggota DPRK Bireuen M Yusuf Adam melalui WhatsApp, menulis keterangan singkat dan foto, bahwa di Sukarame, Makmur, potensi air terus bertambah. Terpisah, Nurdin, warga Makmur, kepada Waspada mengatakan, warga kecamatan pedalaman Makmur selama ini kering akibat kemarau, namun sekarang langsung banjir. “Selama ini Sungai Leubu sudah kering, namun sekarang sekali hujan lebat langsung banjir,” sebutnya.(b24/cb02/J)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here