Ratusan Massa Gelar Aksi Ke DPRK Bireuen

0
Seorang orator menyampaikan orasi di gedung DPRK Bireuen, Senin (8/10). Waspada/Abdul Mukthi Hasan/B
Seorang orator menyampaikan orasi di gedung DPRK Bireuen, Senin (8/10). Waspada/Abdul Mukthi Hasan/B

*Tuntut Pembatalan Mobil Mewah Bupati

BIREUEN (Waspada): Ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kab. Bireuen bersama elemen masyarakat menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat, menggelar demonstrasi di depan kantor DPRK Bireuen, Senin (8/10).

Mereka datang ke kantor wakil rakyat setelah berkumpul di halaman Meuligoe Bupati. Lalu berorasi menuntut 10 poin untuk ditindaklanjuti Bupati Bireuen dan para wakil rakyat.

Koordinator aksi Iskandar menyebutkan, aksi mereka gelar merupakan aksi damai menuntut anggota DPRK Bireuen segera mengevaluasi pengadaan mobil mewah untuk bupati, sebagaimana diputuskan dalam rapat paripurna barubaru ini.

“Mohon anggota dewan keluar menemui kami, dengarkan aspirasi kami, kalian kami yang pilih, gunakan hati nurani dalam memutuskan sesuatu kebijakan,” kata dia disambut yel-yel massa.

Tidak lama, Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad bersama Wakilnya Muhammad Arif dan anggota dewan lainnya, Muhammad Amin, Hasanuddin Usman dan Rusydi Mukhtar menemui para demonstran.

Saat itu, orator aksi lainnya Zahri membacakan tuntutan mereka, yaitu meminta DPRK Bireuen membatalkan pengadaan mobil mewah untuk bupati seharga Rp1,9 miliar yang dianggarkan dari APBK-P 2018, meminta Bupati Bireuen tidak memaksa kehendak menerima mobil dinas baru usulan APBKP 2018, karena ada pertimbangan tanggungjawab moral bersama, mengingat kondisi keuangan daerah sedang sakit/ devisit.

Mereka juga meminta Bupati tidak menjalankan roda pemerintahan secara dinasti, termasuk dalam penetapan kepala SKPK, meminta Bupati memperhatikan pemberdayaan pedagang kaki lima dan dalam pengadaan proyek APBK Bireuen harus mencerminkan keadilan dan transparan, serta tidak menimbulkan kesenjangan sosial.

“Kami meminta eksekutif dan legislatif setiap ada pembahasan APBK lebih peka terhadap persoalan masyarakat dengan melibatkan elemen sipil dalam pembangunan Bireuen,” sebut orator lainnya.

Mereka juga mendesak Bupati menganggarkan beasiswa/ santri kurang mampu sesuai Undang-undang Nasional yang berlaku, yakni mengalokasikan anggaran 20 persen untuk pendidikan.  Para mahasiswa tersebut juga meminta DPRK Bireuen segera memanggil pihak eksekutif untuk meninjau Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada tanah bekas PT KAI.

“Bupati juga harus menunaikan janji kampanye secara tuntas dan ikhlas, dengan akses transparansi keterbukan infomasi publik serta penuh tanggungjawab, sesuai ucapan terdahulu siap mewakafkan dirinya kepada masyarakat Bireuen,” sebut mereka.

Aksi tersebut sempat tegang dan nyaris ricuh antara massa aksi dengan seorang anggota dewan dari Partai Golkar Muhammad Amin, yang saat itu terkesan memancing emosi massa, sehingga sempat terjadi saling dorong.

Untungnya polisi sigap dan menetralkan suasana. Pernyataan oknum dewan tersebut dikecam karena dianggap tidak mencerminkan seorang wakil rakyat. Ia melontarkan ucapan ‘Bek kapeu aneuk mit kamoe (jangan kamu anggap kami ini anak kecil). Perkataan itu membuat koordinator aksi Iskandar dan yang lainnya emosi, kemudian dipisahkan polisi dan ditenangkan rekan-rekannya.(cb02/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here